TBS Sawit Petani Plasma Terancam Membusuk

by
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

SINTANG | Sintangpost.com- Tandan Buah Segar (TBS), Sawit Petani Plasma di Sintang terancam membusuk, pasalnya, sejumlah Perusahaan Inti yang bertanggung jawab membeli TBS tersebut  tak dapat manampung hasil panen petani, lantaran terjadi over kapasitas di perusahaan inti.

Ketua Koperasi Baru Jaya Sumanta saat di temui di kantor Dinas kehutanan dan Perkebunan belum lama ini menjenelaskan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir

“Alasan perusahaan yang resmi kita terima, yakni tangki CPO perusahan penuh,” kata

Tapi menurutnya, alasan tersebut sangat tak masuk akal,”Inikan manajemen perusahaan, kalau perusahan berdalih seperti itu, tentu ada apa dengan menjemen perusahaan,” tanya dia.

Menurutnya, jika hal ini tersrus terjadi, perkonomian petani sawit akan smakin terpuk, bagaimana tidak, saat ini harga jual TBS pun sudah semakin anjlok, di tambah lagi tak bisa di jual.

“Udah jatuh, tertimpa tangga lagi, kalau seperti ini Mau makan apa petani sawit,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika bulan ini perusahaan inti masih tak dapat mengakomidir TBS petani plasma, maka kondisi perekonomian petani sawit akan semakin terpuruk.

“Sampai saat ini, perusahaan tidak ada soulusi, dan tak ada jawaban,” katanya.

Ia menjelaskan, adapun perusahaan inti yang saat ini tengah bermasalah dalam menampung TBS petani plasma yakni, PT. SDK, PT. BPJ dan PT.KSP. “Tiga perusahaan inti inilah yang  kondisinya bermasalah,” kata dia.

Menurutnya, semenjak  perusahaan tersebut tak menerima TBS Petani plasma, dia menaksi nilai TBS yang tak dapat terjual samapai tanggal 25 Oktober kemarin yakni berkisar 8 Meliar.

Oleh karenanya, dia meminta agar pemerintah dapat memberikan solusi terkait dengan masalah ini. Ia menjelaskan komitment pembelian TBS antara Perusahan inti dengan petani plasma talah diatur melalui peraturan pemerintah.

“Jadi kita berharap pihak terkait ini, segera memberikan solusi terkait hal ini,” pintanya(mot)