Kejari Sintang Kembali Menahan 2 Tersangka Kasus Tipikor Handtractor

by

SINTANG I SintangPost.com- Usai resmi melakukan penahanan terhadap RB, tersangka tindak pidana Korupsi pengadaan handtractor tahun 2012 di lingkungan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Sintang, Pada Jumat pekan lalu, pada Senin (14/12) malam, Kejaksaan Negeri Sintang kembali menahan dua tersangka lainnya.

Masing-masing berinisial YN dan DM. Seperti di ketahui, ketiga tersangka yang telah di tahan oleh pihak Kejari saat ini, mempunyai peran, RB merupakan pejabat pembuat Komitmen (PPK), YN selaku Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan DM selaku Pokja pengadaan dalam proyek tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Riono Budi Santoso, mengatakan, penahanan terhadap dua tersangka YN dan DM, dilakukannya usai gelar pemeriksaan terhadap keduanya pada Senin Malam. Sementara RB dilakukan penahanan lebih dahulu.

Diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka tersebut diduga terlibat bekerjasama dalam mengatur memenangkan tender kepada pihak tertentu.”Dan ada temuan, terjadi mark up harga. Sehingga ada keuntungan pihak tertentu,”Kata Kejari Sintang Riono Budi Santoso saat ditemui Senin kemarin.

Meski telah menahan 3 tersangka, namun Kasus tersebut terus akan digulirkan oleh pihak Kejaksaan Negeri. Bahkan dalam waktu dekat, kata Kejari bakal ada penetapan tersangka baru, yang di duga terlibat dalam kasus tersebut, “Maksimal di akhir tahun ini ada tersangka baru yang akan ditetapkan,” ungkapnya.

Kasus Tipikor pengadaan handtractor di lingkungan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang pada 2012 ini ditemukan terjadi kerugian negara sebesar Rp 800 Juta. Diketahui pula, dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2012 dialokasikan Rp2,2 Miliar untuk pengadaan 50 Unit handtractor, dengan harga per unit Rp40 Juta.

Setelah dilakukan audit, ditemukan selisih harga yang mengindikasikan terjadinya mark up. Berdasar hasil pemeriksaan dokumen, harga pembanding pada 22 April di Yogyakarta, Kejari Sintang menemukan, bahwa harga di produsen hanya sekitar Rp20 juta. Kemudian ditambah ongkos pengiriman serta pajak, berkisar Rp26 hingga Rp27 juta. (mot)