Askiman: Ayo Bersama Atasi Gawat Ekonomi

by

DSC_0025SINTANG | SintangPost.com-Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Bagian Humas dan Protokol Setda Sintang bekerjasama dengan LPP RRI Sintang melaksanakan Acara Halo Bupati setiap hari Kamis.  Pada Kamis, 31 Maret 2016, Acara Halo Bupati yang dilaksanakan di Cafe Dhea di Bilangan Tugu BI Sintang mengundang tiga orang narasumber yakni Wakil Bupati Sintang Askiman, Kadisperindagkop dan UKM H. Sudirman dan CEO CU Keling Kumang Valentinus.

Wakil Bupati Sintang Askiman menyampaikan Kabupaten Sintang saat ini dalam keadaan kegawatdaruratan ekonomi. Penyebabnya adalah mayoritas masyarakat Kabupaten Sintang masih mengandalkan karet dan sawit sebagai sumber pendapatan utama, sementara harga kedua komoditi sedang anjlok. Dan hingga kini belum mulai mengupayakan sumber pendapatan lain. Hanya kami melihat masyarakat yang tinggal di jalur Ketungau yang sudah mulai move on dengan menanam lada. Hanya saja masih ada masalah yakni pendistribusian pupuk bersubsidi belum sampai ke kawasan perbatasan yang sedang gencar menanam lada.

“dalam rangka menggerakan ekonomi masyarakat ini, saya mendorong agar lembaga keuangan seperti bank, credit union dan koperasi agar mulai memfasilitasi nasabah dan anggotanya dengan memberikan pinjaman bunga rendah untuk mereka melakukan usaha baru yang produktif. SKPD juga kami kerahkan untuk membuat program kerja dan kegiatan yang mampu mendorong ekonomi masyarakat supaya kita keluar dari kegawatdaruratan ekonomi ini” tegas Askiman.

Wakil Bupati Sintang Askiman menyampaikan sedang merancang organisasi Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2 Emas) sampai ke pedesaan. Organisasi ini akan memberdayakan ekonomi masyarakat di pedesaan. Pemkab juga akan memanfaatkan Museum Motor Bandung untuk menjadi lokasi pelatihan bagi masyarakat yang akan menekuni keterampilan tertentu.

Wakil Bupati Sintang Askiman menghimbau perusahaan perkebunan agar mengalokasikan CSR nya untuk membantu mengembangkan usaha produktif di sekitar perkebunan. Soal modal usaha saya anggap sudah tidak ada masalah lagi karena ada banyak lembaga keuangan yang siap membantu. Persoalannya memang sumber daya manusia para pelaku usaha.

Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang H. Sudirman menyampaikan bahwa memang ada banyak potensi yang dimiliki 14 kecamatan yang ada. “Untuk itu, kami akan latih para calon petani tersebut sesuai jenis komoditi yang akan dikembangkan. Kita banyak melakukan pelatihan-pelatihan bagi kelompok masyarakat yang akan mengembangkan sebuah produk. seperti di Pandan Kecamatan Sungai Tebelian ada kelompok usaha masyarakat yang memproduksi sapu lidi yang kualitasnya sangat baik, saya harapkan agar Dinas Kebersihan bisa membeli sapu lidi tersebut untuk keperluan penyapu jalan” harap Sudirman.

Sudirman mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk kreatif memanfaatkan peluang usaha yang ada, jika sudah ada usahanya, segera manfaatkan fasilitas pinjaman di lembaga keuangan untuk mengembangkan usahanya.

Valentinus CEO CU Keling Kumang menjelaskan sangat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan cara terus memberdayakan anggotanya dengan pendidikan anggotanya. “saat ini  kami sudah ada 25 kantor di Kabupaten Sintang yang tersebar di 12 kecamatan. Kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga untuk merancang pembangunan pabrik minyak goreng dan pabrik beras. Harapan kami para petani padi dan sawit bisa kembali bergairah. Pemberdayaan ekonomi anggota kami, terbukti berhasil karena sudah mampu menekan angka kredit lalai” terang Valentinus.

Valentinus CEO CU Keling Kumang menyampaikan sedang membina kelompok masyarakat di Kayan Hilir untuk pengembangan perikanan, masyarakat di Kecamatan Sepauk untuk pengembangan aren dan masyarakat di Tembak Ketungau Tengah untuk pengembangan Tengkawang.

Bun Kiun di Desa Baning Kota menyampaikan bahwa ada banyak potensi yang masih bisa dimanfaatkan di kota sintang sekalipun seperti limbah meubel yang bisa dimanfaatkan untuk souvenir.

Menanggapi Bun Kiun, H. Sudirman Kadisperindagkop dan UKM menyampaikan sudah mulai mencoba melatih masyarakat di Baning Panjang. Kendala kita memang keterampilan dan sumber daya manusia.(slh)