Ketua DPRD: Perketat Regulasi Pembangunan Di Sintang

by

DSC_0307SINTANG | SintangPost.com-Ketua DPRD Sintang, Jefray Edward menyatakan bahwa saat ini Program Pembangunan Infrastruktur dasar, seperti Jalan , Pendidikan dan Kesehatan  sedang berjalan dengan gencar-genacarnya di Kabupaten Sintang. Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap adanya regulasi  pengawasan lebih ketat sehingga tidak ada beretentangan dengan kewenangan.

“Pembangunan ini tetap tergantung dari Pemerintah Pusat, karena memang wewenangnya ada disana. Kita mengikuti saja secara prinsipnya. Akan tetapi, yang namnya perubahan perubahan itu tetap menjadi harapan kita bersama,” kata Jefray.

Selaku orag daerah, kata dia, tentu berharap pembangunan yang dilakukan mulai dari pedalaman hingga ke kota ini, harus lebih menguntungkan kepentingan daerah setempat. Sebab, tidak bisa kita pungkiri bahwa Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di wilayah masing-masing itu memiliki potensi yang besar dan bisa di nikmati oleh daerah setempat jika pembangunan sudah tersentuh hingga pelosok,”ujarnya.

Terkiat pembangunan di wilayah pedalaman hingga ke kota,  kata dia, lembaga DPRD Sintang sangat mendukung penuh hal  itu. Hanya saja, Jefray mengingatkan agar regulasinya di perketat. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” katanya.

Menurutnya, saat ini banyak perusahaan perusahaan dan investor kebnyakan mengurus izin saja di Sintang. Namun, dalam evaluasi dan tindak lanjutnya tidak ada. “Artinya, ada ada indikasi mereka hanya menmanen izin saja.  Nah ini juga yang perlu diperhaikan oleh Pemerintah Daerah kita sebab, dengan adanya otonomi daerah ini diharapkan bisa membangun daerah itu sendiri,” bebernya.

Jefray berharap proses pembangunan yang akan dan sedang berlangsung di beberapa titik pedalaman Kabupaten Sintang ini tetap berjalan dengan aman dan lancar, sehingga masyarakat pedalaman yang tadinya merasa terisolir namun kini sudah tidak.  “Program pembangunan ini sesuai dengan nawacita prisden ingin pembangunnan dari hulu hingga ke kota.,” tuturnya (okt)