Topik Terhangat

Dewan Sorot LKPJ Bupati Tahun 2015

Infrastruktur Masih Mendominasi

Senin, 16 Mei 2016. Pkl. 19:37 WIB

Dibaca :174 views

Sintang Post



SINTANG | Sintangpost.com-DPRD Kabupaten Sintang masih terus mencermati Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) Bupati tahun 2015. Kali ini, para wakil rakyat melakukan rapat paripurna internal di gedung DPRD jalan M. Saad, Senin (16/5).

“Kami meminta kejelasan lebih detail serta  mengevaluasi rekomendasi LKPJ  pada tahun 2015 lalu. Sudah berjalan dengan maksimal apa belum, ini yang terus kita dorong kedeannya, kata  wakil Ketua DPRD Sintang, Terry Ibrahim usai pariurna.

Dia mengungkapkan Sintang masih dalam kondisi darurat infrastruktur. Terry menilai  kondisi  Infrastruktur di Kabupaten Sintang semakin hari semakin parah, oleh karena itu pada LKPj 2015 pihaknya juga mempertanyakan kembli apakah rekomendasi tahun 2015 sudah dikerjakan atau belum, apabila belum akan tanyakan apa kendalanya.

“Ditahun 2015 ini juga pasti ada rekomendasi baru berkenaan dengan kondisi dilapangan baik infrastruktur jalan, Kesehatan, pendidikan dan pembangunan lainnya termasuk permasalahan dalam perkebunan,”terangnya.

Terry mengungkapkan, di Kabupaten Sintang saat ini banyak perusahaan sawit  yang mengabaikan tanggung jawabnya kepada masyarakat, tidak melaksanakan janji seperti saat awal mereka sosialisasi sebelum membuka lahan.

“Kami meminta pemerintah untuk menegaskan kepada pihak perusahaan sawit supaya mereka melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan bunyi MOU nya dengan masyarakat, “bebernya

Investor juga, lanjut Terry jangan berinvestasi, tetapi juga harus mau bekerjasama dengan masyarakat. Selain pemerintah, pihak investor, seperti perusahaan sawit juga harus membanggun Kebutuhan masyarakat.

“Terutama dengan CSR nya itu harus benar-benar direalisasikan,”tukasnya.

Kita lihat kondiisi jalan dijalur ketungau rusak parah, sebagian besar akibat mobiliasi muatan truk sawit perusahaan yang padat tiap harinya.“jalan rusak itu juga mejadi tanggung jawab pihak perusahaan untuk memperbaikinya,”pungkasnya.

Terry juga mengatakan, di Ketungau Tengah ada satu perusahaan menggelola perkebunan sawit dengan manajemen yang buruk. Mereka sudah menanam sawit dan  saat ini sudah berbuah, namun tidak ada perawatan dari phak perusahaan, akibat manajemennya tidak berjalan dengan baik,  sehingga karyawan  dirumah kan dan tidak bekerja.

“ini menimbulkan banyak kerugian, karyawan jadi tidak bekerja dan ini berpengaruh terhadap sektor pendapatan mereka,” ungkapnya.

Perihal ini lanjut Terry pihaknya DPRD Sintang, menodorong pemerintah untuk memanggil investor tersebut. Hal tersebut pula tertuang dalam Rekomendasi  LKPj tahun 2015 meminta  Pemkab Sintang melalui Bupati untuk kembali memanggil para investor yang beriinvestasi di perusahaan tersebut.

“tak hanya itu, inverstor lainnya juga,”pungkasnya.(okt)

 


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.sintangpost.com


© SintangPost.com | Share :