Ketika Kunker Komisi B DPRD Sintang Ke PT ASL

by

Untitled-1SINTANG | Sintangpost.com-Saat anggota komisi B DPRD Sintang melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke Pabrik Sawit PT Agro Sukses Lestari (ASL) di Desa Nanga Lebang Kecamatan Kelam Permai belum lama ini, Banyak hal yang menarik perhatian para wakil rakyat.

Romeo satu diantara Anggota DPRD yang hadir dalam pertemuan tatap muka dengan PT ASL berharap kedepannya agar uap yang mengahasilkan listrik bisa memenuhi kebutuhan listrik di daerah tersebut.

“Kita sangat berharap dengan beroprasinya PT ASL di Kelam Permai paling tidak bisa memberikan dampak kepada masyarakat akan listrik. Paling tidak kampung-kampung yang ada di daerah itu,”harapnya.

Untitled-2Dengan adanya peran perusahaan sawit tersebut, masyarakat yang selama ini rumahnya belum dialiri listrik segera bisa menikmati listrik sebagaimana dinikmati masyarakat dikota.

Dengan demikian, persoalan pasokan listrik untuk daerah-daerah terpencil akan segera teratasi dan merata ke seluruh pelosok Sintang.

Saat ini dikatakan Politisi Nasdem, banyak pabrik sawit di Sintang yang kelebihan daya listrik. Namun sejauh ini, kelebihan listrik tersebut belum termanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan publik di sekitar perusahaan, karena belum ada peraturan yang mengatur penjualan listrik dari perusahaan langsung kepada masyarakat.

“Nah itulah salah satu tujuan kami datang ke Pabrik ini. Kami ingin menanyakan apakah bisa kelebihan listrik yang dimiliki pabrik sawit bisa mengaliri langsung ke desa-desa setempat tanpa melalui PLN. Karena banyak desa-desa di sekitar pabrik sawit yang belum  mendapat aliran listrik,” bebernya.

Untitled-3Selain itu dalam kunjungan anggota dewan it  bisa melihat secara langsung, proses pembuatan Crude Palm Oil (CPO) yang diolah di Perusahaan tersebut..

Seperti terlihat saat sawit yang baru dipanen langsung diangkut menggunakan truk ke pabrik CPO. Di sana, ribuan tandan sawit ditumpahkan ke atas conveyor. Conveyor bergerak membawa ribuan tandan sawit ke dalam boiler.

Boiler adalah alat untuk memasak tandan sawit dengan menggunakan air panas. Selain untuk mempermudah mesin memisahkan tandan dengan cangkang sawit, proses pemanasan ini juga berguna untuk mematikan enzim yang terdapat dalam setiap butir kelapa sawit.

Untitled-4“Enzim ini yang menciptakan asam dalam kandungan CPO, karena itu harus dimatikan dengan dimasak dalam air panas,” kata Antomy Ghea, manager pabrik PT ASL saat tatap muka dengan wakil rakyat pada saat itu.

Setelah direbus, lanjutnya tandan sawit digiling dengan mesin yang memiliki bilah-bilah besi menyerupai mata bor dengan diameter sekitar 15 centimeter. Ini hanyalah proses awal sebelum memproduksi CPO. Setelah cangkang dan tandan sawit terpisah, proses dilanjutkan secara otomatis.(okt)