Pembangunan Perbatasan Butuh Infrastruktur Pendukung

by

DSC_0230SINTANG | Sintangpost.com – Pembangunan dikawasan Perbatasan menjadi prioritas bagi pemerintah pusat, untuk mewujudkan semua itu dibutuhkannya infrastruktur pendukung seperti jalan dan border. Saat ini, daerah Kabupaten Sintang yang berbatas langsung dengan negara malaysia belum memikiki fasilitas tersebut.

Setelah sebelumnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyambangi kawasan perbatasan Indonesia -Malaysia, kini Menteri pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu meninjau langsung wilayah perbatasan dan melakukan audiensi dengan Bupati Sintang, Milton Crosby, Rabu (28/1).

Setibanya di Bandara Susilo Sintang, dengan menggunakan pesawat berjenis heli, sekitar pukul 12.00 Wib. Menhan disambut oleh Pangdam, Danrem, Dandim, serta Bupati Sintang dan Bupati Melawi. Ratusan pelajar berpakaian pramuka juga turut hadir menyambut kedatangan Menteri Pertahanan dengan yel-yel, nyanyian lagu kebangsaan dan salam pramuka.

Usai disambut oleh para penjabat TNI, Pemkab dan pelajar, Menpan langsung melaksanakan audiensi mengenai pembangunan perbatasan yang sampaikan langsung oleh Bupati Sintang, Milton Crosby.

Dalam paparannya, Bupati Sintang, milton Crosby, menuturkan beberapa pembangunan yang tengah berjalan yakni seperti bandara tebelian. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mengajukan pembangunan pintu masuk perbatasan.

“Pak Menhan datang kesini untuk melihat pembangunan perbatasan dan keamanannya,” ujarnya saat memberikan paparan kepada Menhan RI, diruang VIP Bandara Susilo.

Selain itu, Milton juga menjelaskan pentingnya keberadaan bandara tebelian untuk sektor pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, ia berharap dengan kedatangan Menteri pertahanan RI ini dapat membantu mewujudkan pembangunan fisik di kawasan perbatasan.

“Kita berharap infrastruktur jalan dan pembangunan border yang saat ini tidak ada dapat diperhatikan oleh pemerintah pusat, kita sudah siap melakukan sharing terkait lokasi atau lahannya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menuturkan pertahanan dan perbatasan merupakan satu diantara tugas yang ia emban. Sehingga, ia akan berupaya terus dalam membangun kawasan perbatasan.

“Hampir seluruh daerah perbatasan saya kunjungi, bahkan saya pernah bertugas di kabupaten Sintang. Sehingga saya mengetahui persoalan yang ada diperbatasan yakni pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya di kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Pemerintah pusat sangat komit dalam membangunan dan memperhatikan wilayah perbatasan. Satu diantaranya, disisi pertahanan yang akan membangun patok yang berisikan chip.

“Baik hutan dan bukit akan kita jaga, tidak boleh begeser sedikit pun,” tegasnya.

Selain di aspek pertahanan dan keamanan, tambah Ryamizard, pemerintah pusat akan membangun infrastruktur fisik berupa pembangunan jalan paralel yang akan menghubungkan antar kabupaten dan provinsi.

“Jalan paralel yang menghubungkan Sintang ke desa jasa di kawasan perbatasan akan kita kebut,” katanya.

Sementara itu, sektor non fisik juga akan dibantu oleh pemerintah pusat seperti seperti pembinaan bela negara, penyuluhan hukum, dan bakti kesehatan. Bantu tenaga pengajar, tenaga media, penyuluhan pertanian.

“Pemerintah akan Bantu pemda bangun puskesmas, sarana pendidikan, pasar, sarana air, rumah dan jalan, sawah dan kebun rakyat,” katanya.

Untuk itu, usulan yang disampaikan oleh bupati sintang, tambahnya akan di sampaikan kepada presiden. Dan ia yakin akan bisa dipenuhi oleh pemerintah pusat. “Presiden kita saat ini sangat respon dengan perbatasan,” tukasnya. (tmo)