Banyak Ruko Beridir Tanpa IMB, Dewan Minta di Stop

by
Syahroni
Syahroni

SINTANG | SenentangNews.com- Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Syahroni meminta pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait untuk menghentikan pembangunan ruko di Kelurahan Ladang yang letaknya tak jauh dari Hotel My Home segera dihentikan.

Pasalnya, proses perizinan dari bangunan ini belum selesai dan sdah memberikan dampak pada masyarakat sekitar yang mengakibatkan adanya banjir di daerah tersebut.

“Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menghentikan kegiatan pembangunan bangunan ini karena proses perizinannya belum kelar, artinya pembangunan ini bisa dianggap ilegal,”kata Syahroni.

Ia menilai pemerintah Kabupaten Sintang kerap lalai menangani masalah pembangunan yang ada di Kabupaten Sintang sehingga menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat khusunya mereka yang berada di sekitar bangunan yang akan dibangun tersebut.

“Saya sebenarnya sudah bosan menyampaikan hal ini namun ini yang selalu saja terjadi berulang-ulang. Apa yang dirasakan oleh masyarakat ini adalah dampak yang ditimbulkan dari kurang tegasnya Pemerintah Kabupaten Sintang. Ini jika dibiarkan maka dampaknya akan semakin besar, baik dari dampak sosial maupun dampak limbah ini,” ungkapnya saat melihat langsung kondisi air yang tergenang di sekitar bangunan tersebut.

Terpisah Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran, Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Yudha Prawiyanto menyampaikan pihaknya akan segera mungkin berkoordinasi dengan bagian tata ruang untuk mengetahui dengan pasti kepemilikan dan peruntukan bangunan tersebut.

“Saya tadi sudah berkoordinasi awal, informasi sementara ini merupakan bangunan ruko dan milik Mr. Kim namun kita masih belum mengetahui dengan pasti. Kita akan berkoordinasi lebih lanjut pada hari Senin nanti (15/5) dengan bagian tata ruang untuk lebih jelasnya, siapa kepemilikan dan peruntukan bangunan ini,”ujarnya.

Ia mengatakan secara aturan, idealnya pembangunan suatu bangunan dikerjakan setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dikeluarkan.

“Informasi saat ini, untuk izin letak tempatnya sudah keluar namun IMBnya sedang dalam proses perizinan. Idealnya memang setelah IMBnya keluar baru pembangunan bisa dilakukan, itu baru sesuai aturan,”tukasnya (okt/uli)