Terry Berharap Program Rumah Murah di Sintang Tepat Sasaran

by
Terry Ibrahim
Terry Ibrahim

SINTANG | Sintangpost.com- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim mengharapkan adanya Program Sejuta Rumah (PSR) di Kabupaten Sintang benar-benar dapat membantu masyarakat khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ada di Kabupaten Sintang.

“Kita berharap apabila program rumah murah ini sudah beroprasi dikerjakan supaya tepat sasaran dan sesuai peruntukannya, jangan ada terkesan tertutup, kasian masyarakat yang benar-benar ingin memiliki rumah,”katanya.

Untuk itu, ia berharap Program Sejuta Rumah ini dapat diberikan kepada masyarakat dengan kualitas yang baik sehingga dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan masayrakat yang memilikinya.

“Jika memang program ini diberikan kepada masyarakat dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat terlebih Masyarakat Berpenghasilan Rendah maka berikanlah kualitas yang baik. Tak hanya administrasi yang cukup membantu, bangunan dari rumah itu sendiri harus berkualitas baik sehingga masyarakat tidak lagi dibebankan dengan biaya perehapan rumah sebelum mereka menempati rumah tersebut. Rumah murah tapi jangan murahan,” ujarnya ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Ia juga meminta kepada instansi terkait untuk lebih mengawasi sehingga adanya Program Sejuta Rumah tersebut dapat diberikan sesuai dengan sasaran.

“Ada beberapa persyaratan ketika masyarakat ingin membeli rumah tersebut, tugas dari instansi terkait harus menyeleksi dan emngawasi jangan sampai program ini menjadi salah kesempatan bagi pihak tertentu. Berikan kepada mereka yang benar-benar memenuhi syarat, jangan diberikan kepada mereka yang memang tidak memenuhi kriteria yang ada,” ungkapnya.

Tak hanya Program Sejuta Rumah, Terry juga berharap beberapa proyek yang ada di Kabupaten Sintang yang merupakan proyek dari pusat dapat lebih diawasi dalam pengerjaannya sehingga ketika selesai pengerjaannya, manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Ada beberapa proyek dari pusat yang kami memang tidak mempunyai wewenang dalam mengawasinya, untuk itu kami berharap pihak terkait turun langsung mengawasi sehingga pengerjaan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan benar. Jangan sampai baru tiga bulan selesai dikerjakan, sudah rusak atau roboh. Seperti yang terjadi di Desa Segalau, baru saja jembatan dibangun sudah roboh. Berikanlah kualitas yang baik untuk masayrakat sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” tukasnya. (yul)