Delapan Raperda Diusulkan Pemda Sintang

by
Bupati Sintang Jarot Winarno Menyerahkan Draf delapan Raperda Untuk Dibahas Kepada Ketua DPRD Sintang Jefray Edward
Bupati Sintang Jarot Winarno Menyerahkan Draf delapan Raperda Untuk Dibahas Kepada Ketua DPRD Sintang Jefray Edward

SINTANG | Sintangpost.com- Sebanyak delapan rancangan perubahan daerah (raperda) diusulkan oleh Pemda dan satu raperda inisiatif DPRD Sintang dalam rapat paripurna, Senin (4/7).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sintang Jefray Edward ini juga dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, serta seluruh unsur pimpinan dan anggota DPRD, juga para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ini mengagendakan pembacaan penjelasan raperda usulan Pemda Sintang maupun DPRD Sintang.

Dalam rapat yang digelar di lantai dua DPRD Sintang ini, Pemda Sintang mengusulkan sebanyak delapan raperda, sementara DPRD Sintang mengusulkan sebanyak satu raperda inisiatif DPRD Sintang pada tahun 2017.

Secara rinci, delapan raperda usulan Pemda Sintang yakni raperda tentang penyelenggaraan kearsipan Kabupaten Sintang, raperda tentang pembangunan industri kabupaten sintang tahun 2017-2037, raperda tentang retribusi pelayanan tera ulang dalam penyelenggaraan otonomi daerah Kabupaten Sintang, raperda tentang pengelolaan pasar rakyat pusat perbelanjaan dan toko moderen.

Raperda tentang ketertiban umum, raperda tentang pencabutan peraturan daerah kebupaten Sintang nomor 1 tahun 2008 tentang urusan pemerintah daerah kabupaten Sintang, raperda tentang pencabutan perda nomor 9 tahun 2010 tentang izin gangguan, serta raperda tentang penyelenggaraan pendidikan di kabupaten Sintang.

Sementara itu bupati Sintang membacakan pokok-pokok pikiran satu raperda yang diusulkan oleh pihak legislatif yakni raperda tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sintang.

“Untuk satu raperda yang diusulkan oleh legislatif saya memberikan apresiasi dan menyambut baik adanya raperda inisiatif DPRD Sintang sebagai upaya DPRD untuk meningkatkan kinerja sebagai salah satu unsur dari pemerintah daerah Sintang,”kata bupati.

Terpisah ketua DPRD Sintang Jefray Edward berharap delapan Raperda yang disampaikan ke DPRD Sintang dapat segera dibahas dan disahkan menjadi perda Pemerintah Kabupaten Sintang Tahun 2017.

“Harapan kita semua,  usulan delapan raperda ini dapat segera dibahas. Sehingga dapat lebih cepat disepakati untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah Sintang yang definitif tahun 2017,”harapnya.

Usai pembacaan penjelasan dari Pemda Sintang maupun DPRD Sintang, secara simbolis buapti Sintang Jarot Winarno menyerahkan draft raperda usulan Pemda kepada ketua DPRD Sintang Jefray Edward.

Dalam pernyataan penutupnya, bupati Jarot mengajak seluruh anggota DPRD dapat bekerja maksimal dalam membahas raperda yang baru saja diusulkan. “Karena kinerja anggota dewan diukur dari seberapa banyak perda yang diselesaikan,” tukasnya. (okt)