Sekda Sintang Tekankan Disiplin Aparatur

by

DSC_0160SINTANG I Sintangpost.com-Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menekankan pembinaan aparatur sipil negara yang ada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus diperkuat.

Soal pembinaan kepegawaian Lanjut Sekda, pihaknya sekarang sedang menekankan pelaksanaan disiplin aparatur sipil negara seperti jam masuk dan pulang, cara dan kelengkapan berpakaian, apel senin pagi sore dan olahraga pada jumat pagi, apel jumat sore, serta kedisiplinan dalam hal administrasi.

Hal tersebut disampaikan Yosepha Hasnah saat menjadi narasumber dalam Acara Halo Bupati di LPP RRI Sintang yang didampingi oleh Kabag Humas dan Protokol Kurniawan pada Kamis, 26 Februari 2015.

“Salah satu upaya kita meningkatkan disiplin adalah pada awal April nanti khusus untuk Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang sudah menggunakan absensi sidik jari dan dalam 3 bulan sekali kita akan rapat dengan seluruh kepala SKPD dalam rangka menjaga komunikasi, kebersamaan dan kekompakan seluruh SKPD dalam bergerak membangun Kabupaten Sintang. Kita juga akan terus mempercepat pelaksanaan pelaksanaan proyek” jelas Yosepha Hasnah.

Dalam dialog interaktif tersebut pendengar RRI Sintang seperti Edi di Simpang Lima Desa Baning Kota menyatakan mendukung penegakan disiplin pegawai tetapi kesejahteraan juga diperhatikan. “Saya berharap yang disiplin diberikan penghargaan dan yang malas diberikan sanksi” pinta Edi.

Apen Kepala Desa Tanjungprada Kecamatan Tempunak mengeluhkan belum banyaknya pembangunan di desanya. Sekda Sintang Yosepha Hasnah menjelaskan bahwa penerapan absensi sidik jari akan menjadi solusi dari penegakan disiplin sehingga sanksi dan penghargaan akan berjalan.

“Mengenai keluhan kepala desa tanjungprada supaya hasil musrenbang desa dikawal dengan baik” pinta sekda.

Henri dari Desa Baung Sengatap kecamatan ketungau hilir mengeluhkan adanya guru yang banyak tidak mengajar. Sulaeman warga Sintang mengingatkan banyaknya aparatur yang tidak disiplin.

“Absensi sidik jari sementara memang untuk SKPD saja, tetapi kalau guru menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tetapi kalau ada data yang lengkap yang menunjukan bahwa guru jarang masuk, maka akan kita tindak tegas. Kita juga akan segera mengaktifkan PPNS untuk menindak ketidakdisiplinan aparatur” tegas sekda.

“Mohon dukungan dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan kondisi kondusif dan mentaati hukum positif serta hukum adat dan melaksanakan himbauan Bapak Bupati Sintang tentang etos kerja 5 AS dan 5 Budaya” ajak Yosepha Hasnah. (humas)