Akhirnya, Pemerkosa dan Pembunuh Gadis di Ketungau di Ringkus Polisi

by
Polres Sintang Menggela Press Rilis Penangkapan Pembunuhan di Daerah Ketungau
Polres Sintang Menggela Press Rilis Penangkapan Pembunuhan di Daerah Ketungau

SINTANG | Sintangpost.com- Terungkap sudah misteri pembunuhan yang dialami oleh YL (14). Siswi putus sekolah yang ditemukan tewas 16 Juni 2107 lalu di Dusun Engkitan Kecamatan Ketungau Tengah. Dia ternyata dibunuh dan diperkosa oleh Nana (42) yang tak lain adalah pamannya sendiri.

Tersangka Nana diringkus pada tanggal 19 Agustus 2017 berkat kerjasama kepolisian Resort Sintang dengan Polres yanga ada di jajaran Polda Kalimantan barat dua bulan setelah melarikan diri.

Menurut Kapolres Sintang AKBP Sudarmin ketika menggerar Pres Rilis di Balai kemitraan Polres Sintang mengatakan tersangka Nana berhasil ditangkap di Kabupaten Sambas setelah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan pada keponakannya sendiri.

“Iya, tersangka pada saat kita melakukan penangkapan sempat melakukan perlawanan, alhasil anggota kita berhasil melumpuhkan dengan tembakan dikakinya,”kata Kapolres.

Menurut Kapolres Kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 16 Juni 2107 lalu. Tersangka menyampaikan kepada korban bahwa bibinya memanggilnya karena mau diajak mansai (cari udang) di Sungai Anyer. 15 menit sampai di Sungai Anyer, tersangka langsung memerkosa korban. Tak sampai disitu, tersangka juga membunuh korban.

Kemudian, lanjutnya, karena tidak pulang juga, maka keluarga dibantu masyarakat mencari tahu keberadaan korban. Pada keesokan harinya, Sabtu (17/6) korban ditemukan mengapung di Sungai Anyer dalam posisi telungkup dan tangan terikat kain. Akan tetapi, saat dicari, tersangka telah kabur dengan menggunakan motor milik istrinya.

“Setelah korban tewas, tersangka mengikat kedua tangan korban kemudian membuangnya ke sungai. Ternyata saat itu ada warga yang melihat bahwa korban dibawa oelh tersangka dengan menggunakan sepeda motor . Namun saat dicari, tersangka yang sebelumnya sempat pulang ke rumah untuk mengambil satu unit laptop, satu unit handphone, dan uang sejumlah Rp 1.000.000,- telah melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor milik istri korban,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Eko Mardiyanto mengatakan atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 80 dan 81 UU RI No. 17/2016 tentang perubahan kedua UU RI No. 23/2002 mengenai perlindungan anak.

“Berdasarkan kronologi dan bukti yang ada, tesangka akan diancam hukuman 15 tahun penjara,” jelasnya. (okt)