Topik Terhangat

Jarot: Smartphone Tak Pantas Jadi Kawan

Minggu, 26 November 2017. Pkl. 21:00 WIB

Dibaca :253 views

Sintang Post



SINTANG | Sintangpost.com- Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DKBPPP) Kabupaten Sintang menggelar kegiatan Talk Show pola asuh orang tua dalam mengantisipasi perkembangan media sosial di kabupaten Sintang tahun 2017 di Rumah Jabatan Bupati Sintang, Selasa (21/11) lalu.

Kegiatan yang mengakat tema Dengan Talk Show Kita Tingkatkan Kewaspadaan Sejak Dini Melalui Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengantisipasi Perkembangan Media Sosial dibuka langsung oleh bupati Sintang Jarot Winarno didamingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra.Yosepha Hasnah, Ketua TPPKK Kabupaten Sintang Rosinta Askiman, dan Psikolog Anak Tika Bisono.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan di tengah era digitalisasi yang masiv saat ini yang di dalamnya media sosial seperti facebook, twitter dan lain sebagainya begitu akrab di tengah masyarakat yang menimbulkan tantangan baru bagi setiap orang tua dalam mengasuh anak-anaknya.

“Kita tahu bahwa media sosial merupakan salah satu ancaman yang harus di lawan dengan literasi, mengingat dampak yang di suguhkan di media sosial bisa buruk dan bisa baik bahkan menyesatkan,”kata Jarot.

Lebih lanjut jarot menjelaskan setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh jadi anak yang cerdas secara kognitif, emosional, maupun spritual. Olehkarena itu pertumbuhan dan perkembangan anak sudah seharusnya di perhatikan dan di jaga dengan baik oleh setiap orang tua karena hal itu menentukan kualitas hidup anak di masa depan.

“Peran dari pola asuh orang tua menjadi sangat penting yaitu cara mendidik anaknya karena jika kita melihat karakter anak di era digitalisasi ini sudah tidak tepat kita memakai pola asuh otoriter dan pola asuh permisif, namun yang tepat kita gunakan yakni pola asuh demokratik,”jelas jarot.

Jarot menambahkan melihat perkembangan kemajuan jaman dengan teknologi yang cukup pesat saat ini, generasi sekarang adalah generasi Z yakni generasi yang tergantung kepada handphone,smartphone, internet dan lain sebagainya karena semua serba mudah di akses.

“Dari kecil udah tau smartphone,main game pake smartphone, bahkan smartphone jadi teman baik, ingat smartphone itu tidak punya jiwa tidak pantas jadi kawan, smartphone hanya jadi alat kita berkomunikasi, kren boleh tapi kren yang bertanggungjawab,”jelas Jarot.

Sementara itu Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Kabupaten Sintang Idham Halik mengatakan pelaksanaan kegiatan sosialisasi program nasional bagi anak indonesia merupakan program yang di sepakati negara-negara anggota PBB.

“Tujuan di gelarnya kegiatan tersebut yakni agara semua komponen bangsa Indonesia yakni negara,pemerintah, pemerintah daerah,masyarakat, keluarga, orangtua serta individu secara bersama-sama mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak termasuk pencegahan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak,”kata Idham.(okt)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.sintangpost.com


© SintangPost.com | Share :