Topik Terhangat

Jarot Serahkan 75 Unit Rumah Transmigrasi Lokal di Desa Sebetung Paluk

Selasa, 19 Desember 2017. Pkl. 19:33 WIB

Dibaca :303 views

Sintang Post



SINTANG | Sintangpost.com– Bupati Sintang Jarot Winarno menyerahkan secara simbolis rumah transmigrasi setempat (lokal) dalam acara serah terima penempatan (STP) calon warga transmigrasi setempat (lokal) di UPT di Sebetung Paluk Desa Sebetung Paluk Kecamatan Ketungau Hulu, Senin (18/12) kemarin.

Kegiatan penyerahan ini juga turut di hadiri Staf Ahli Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Perbatasan Kementrian Desa, PDT dan transmigrasi RI Ratna Dewi Andriati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang Florensius Kaha serta masyarakat penerima rumah transmigrasi dan unsur terkait.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan dengan telah di serahkannya rumah transmigrasi bagi masyarakat setempat (lokal) ini merupakan bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat sesuai dengan apa yang di inginkan presiden RI Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran.

“Hikmah pertama adalah terasa betul negara hadir di tengah-tengah masyarakat, yang kedua landscape yang ada di sini yakni 125 perumahan bagi penduduk transmigrasi setempat atau lokal, kemudian ada rumah ibadah, kemudian ada embung, percis seperti arahan bapak Presiden tentang 4 program yang harus di kerjakan di desa,”kata jarot.

Kemudian lanjut Jarot, adanya pembangunan rumah transmgirasi lokal tipe 36 ini di lengkapi dengan lahan pekarangan seluas 0, 1 hektar (1000 meter persegi), lahan pertanian perkebunan 2 hektar itu patut di syukuri masyarakat desa sebetung paluk yang menerimanya.

Untuk itu jarot meminta, kepada masyarakat yang telah menerina penyerahan rumah beserta lahan tersebut harus memanfaatkan sebenar benar untuk kegiatan pertanian dan perkebunan, sehingga hal tersebut bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

“Silakan di pilih produk yang mau di tanam,misal mau nanam sahang, karet, sawit. Silakan camat, desa, bpd rembuk untuk menentukan kira apa yang menjadi potensi besar jadi produk unggulan desa,”ujar Jarot.

Jarot berharap, masyarakat yang menerima penyerahan rumah transmigrasi tersebut menjaga fasilitas yang telah di siapkan negara, karena menuurtnya hal itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat perbatasan dengan adanya perumahan di wilayah perbatasan bagi masyarakat setempat.

“Meskipun belum sempurna betul, karena dapurnya belum ada, lalu porslen kamar pun belum ada juga, namun dengan di lengkapi lahan pekarangan dan lahan untuk pertanian perkebunan nanti bisa di manfaatkan, hasilnya bisa untuk menyempurnakan rumah yang sudah ada, misal mau beli tv, buat dapur, atau lainnya”tambah jarot.

Sementara itu staf ahli menteri bidang pemberdayaan ekonomi lokal dan perbatasan kementrian Desa, PDT dan transmigrasi RI Ratna Dewi Andriati mengatakan kehadiran rumah transmigrasi ini merupakan tujuan pemerintah untuk membangun dan menata penduduk khususnya di wilayah perbatasan.

“Karena apa kalau tanggapan orang transmigrasi itu memindahkan kemiskinan ke wilayah pelosok, namun dengan kahadiran ruamh transmigrasi lokal ini kita ingin menunjukan transmigrasi juga membangun masyarakat lokal,”kata Ratna.

Ratna berharap dengan kahadiran transmigrasi ini masyarakat bisa lebih sejahtera dari sekarang dan jangan sampai tanah yang telah di dapat di perjual belikan. “karena nanti tanah akan di sertifikatkan, karena dengan sertifikat hak atas tanah menjadi lebih kuat, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan tanah ini misal mendapatkan kredit dari perbank kan,”ujar Ratna.

Kepala dDinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten sintang Florensius Kaha mengungkapkan serah terima penempatan (STP) calon warga transmiggrasi setempat (lokal) ini merupakan kali kedua setelah pada 2016 lalu di serahkan oleh Bupati Sintang sebanyak 50 unit rumah.

“Penyerahakan rumah transmigrasi dan jamban keluarga tahun 2017 ini berjumlah 75 unit, beserta pendukung lainnya seperti rumah ibadah,rumah petugas, gudang dan lainnya, ini merupakan kelanjutan tahun lalu,”ungkap Kaha.
Dengan telah di serahkannya rumah tersebut, Kaha meminta masyarakat yang telah mendapatkannya sesuai data yang ada harus segera menempatinya.

“Karena apa kalau sampai dua bulan tidak di tempati nanti kita ganti dengan masyarakat lain yakni masyarakat setempat juga, merka juga dapat jatah hidup atau jadup bagi yang sudah pindah, namun bagi yang belum pindah belum di berikan,”jelas Kaha. (hms)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.sintangpost.com


© SintangPost.com | Share :