Topik Terhangat

Sejumlah OPD dan Instansi Vertikal Terima DIPA

Rabu, 20 Desember 2017. Pkl. 17:47 WIB

Dibaca :296 views

Sintang Post



SINTANG | Sintangpost.com- Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) akhirnya diserahkan kepada instansi vertikal dan Organisasi perangkat daerah (OPD) di dua Kabupaten Sintang dan Melawi. Penyerahan DIPA tersebut dilaksanakan di di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Rabu (20/12).

Kepala KPPN Kabupaten Sintang, Ina Jaleha mengatakan bahwa penyerahan DIPA merupakan tahap akhir dari rangkaian siklus perencanaan penganggaran dan menjadi langkah awal dari pelaksanaan kegiatan pemerintahan pada tahun 2018. Kata dia, satuan kerja (satker) penerima DIPA di dua Kabupaten berjumlah 47 DIPA dengan total alokasi anggaran Rp. 587,40 Milyar

“Jadi untuk di Kabupaten Sintang mendapatkan 29 DIPA dengan nilai Rp. 474,52 Milyar, dan Kabupaten Melawi sendiri mendapatkan sebanyak 18 DIPA dengan nilai Rp. 112,88 Milyar,” kata Ina.

Ina Jaleha menambahkan 47 DIPA yang berjumlah Rp. 587,40 Milyar tersebut terbagi kepada beberapa satuan kerja seperti satuan kerja instansi vertikal dengan kewenangan Kantor Pusat.

“Kantor Daerah itu berjumlah 44 DIPA senilai Rp. 577,15 atau 98,25% dari total anggaran, kemudian untuk DIPA SKPD meliputi tugas pembantuan dan urusan bersama berjumlah 3 DIPA senilai Rp. 10,26 Milyar atau 1,75%,” tambahnya.

Ina Jaleha menjelaskan bahwa APBN 2018 terjadi penurunan pagu, jika bandingkan dengan APBN tahun 2017, terdapat penurunan pagu
sebesar Rp. 35,31 Milyar atau sekitar 5,67%, kemudian DIPA Satker instansi vertikal menurun sebesar Rp. 17,36 Milyar, DIPA tugas pembantuan dan urusan bersama mengalami penurunan Rp. 17,94 Juta.

“Pada tahun 2018, alokasi belanja modal mengalami penurunan sebesar Rp. 29,79 Milyar, belanja bantuan sosial turun sebesar Rp. 236,25 Juta, sedangkan belanja pegawai naik sebesar Rp. 574,12 Juta, dan belanja barang meningkat sebesar Rp. 24, 08 Milyar,”bebernya.

Jadi, sambung Ina Jaleha, dana Alokasi transfer ke Daerah dan dana desa tahun anggaran 2018 untuk diwilayah Kabupaten Sintang ditetapkan sebesar Rp. 1,62 Triliun. Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp. 909,41 Milyar.

“Sementara Dana bagi hasil sebesar Rp. 43,06 Milyar, Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 372,44 Milyar, dan dana desa senilai Rp. 239,85 Milyar,”bebernya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah dan DPR telah menyepakati belanja negara dalam APBN tahun 2018 sebesar Rp. 2.095,7 Triliun, atau meningkat 5,6% dibanding dengan APBN-P tahun 2017.

“Jadi dari volume belanja tersebut, masing-masing sebesar 37,4% atau sekitar Rp. 784,1 Triliun dialokasikan melalui transfer ke daerah dan dana desa, sementara itu sekitar Rp. 514,4 triliun dialokasikan melalui kementrian keuangan selaku bendahara umum negara,”kata Jarot.

Jarot menjelaskan bahwa alokasi belanja digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok penyelenggaraan Pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi dana tersebut digunakan untuk pendanaan melanjutkan program prioritas yang mencakup infrastruktur konektivitas, pendidikan, pemenuhan persen dari APBN, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman, pariwisata, pertahanan serta pengurangan kesenjangan”, jelasnya.

Saat ini, sambung Jarot Pemerintah Pusat telah meningkatkan alokasi transfer ke daerah dan dana desa untuk di Kabupaten Sintang dan Melawi. Alokasi dana transfer untuk tahun 2018 adalah sebesar Rp. 2,6 Triliun, dari jumlah tersebut dialokasikan untuk dana desa sebesar Rp. 308,16 Milyar, yang diharapkan mampu mendukung program prioritas daerah.

“Perhatian kita saat ini tertuju pada pelaksanaan DIPA tahun 2018, maka langkah-langkah percepatan dan efektivitas pelaksanaan DIPA penting dilakukan agar segala penyerapan belanja tidak menumpuk di akhir tahun dan dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas,”tukasnya. (dky)


Ikuti Berita Terkini Di Handphone Anda Melalui Alamat www.m.sintangpost.com


© SintangPost.com | Share :