Jarot: Natal Untuk Warisan Kearifan Lokal

by
Perayaan Natal Sentalau berlangsung Khidmad

SINTANG | Sintangpost.com-  Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M. Med.Ph bersama Ketua DPRD Sintang, Jeffrey Edward menghadiri perayaan Natal dan tahun baru Perkumpulan Keluarga besar Dayak Pinoh (Sentalau) di Gedung Gereja Kristen Kalimantan Barat Jemaat Sintang di Jalan Kelam Desa Jeritan satu Sintang, Sabtu (13/1/2018).

Sebuah tarian tradisional yang dibawakan oleh para pria yang dituakan di komunitas Sentalau. Para pria itu mengenakan ikat pinggang dari kain batik. Mereka menari berdua-dua.

“Saya ini pun Jawa Sentalau,” kata dr. Jarot disambut tepuk meriah oleh para hadirin. Hal ini disebutkannya karena lamanya ia bertugas sebagai dokter di kawasan Tanah Pinoh. Bahkan dr. Jarot masih mengingat beberapa tokoh yang dituakan komunitas Sentalau.

Adanya penurunan keaktifan anggota untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan komunitas. “Perkumpulan seperti ini sebenarnya adalah untuk menjaga kearifan lokal dari warga Sentalau agar tetap terpelihara,” kata dr. Jarot. “Ini bukan sekedar berkumpul saja. Kita contoh teladan para sesepuh dalam membangun daerah kita ini baik Sintang dan Melawi,” tambahnya.

“Tahun ini kita mendapatkan tema natal tentang damai. Hendaknya kita jadi duta yang menebar perdamaian,” kata dr. Jarot. “Ini tahun politik, hendaknya kita sama-sama menghargai para tokoh yang tampil dalam pemilu ini. Kita berharap siapapun nanti yang memenangkan pemilu akan memperhatikan kondisi di kabupaten Sintang dan kabupaten Melawi, yang kita minta adanya pembangunan infrastruktur dasar lah ya,”tambahnya lagi.

Orang nomor satu di Sintang ini juga mengucapkan selamat Natal dan tahun baru kepada semua hadirin. Ia mengajak semua anggota komunitas dapat menjadi lebih baik di tahun 2018.

Perayan Natal dan tahun baru ini diadakan oleh komunitas Sentalau. Komunitas ini merupakan Perkumpulan keluarga besar Dayak Pinoh, suku Dayak Keninjal Kabupaten Sintang. Masyarakt Suku keninjal berasal dari Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.

Tri Winarni selaku ketua panitia kegiatan perayaan Natal bersama ini menyampaikan informasi tentang tujuan perayaan ini. Pertama untuk menjalin keakraban, mempererat tali persaudaraan antar anggota komunitas Sentalau, juga sebagai bentuk peran serta untuk mewujudkan pembangunan kehidupan bermasyarakat dan beragama di Kabupaten Sintang.

“Sebagai wujud nyata dari sub tema dan tujuan perayaan natal ini, kami panitia telah melaksanakan juga kunjungan serta berdoa bersama keluarga anggota yang sakit,” ungkap Tri. “Natal itu harapan yang memberi semangat dan energi positif dalam menghadapi masa sulit dalam hidup,” tambahnya.

Ramli Andoi, selaku ketua komunitas Sentalau menyampaikan bahwa sebuah perkumpulan seperti ini, merupakan berkat lebih. Hal ini dirasakan lebih dibutuhkan karena kemajuan jaman membawa dampak personalisasi yang sangat eksklusif.

“Kebersamaan dalam perayaan seperti ini sungguh membawa sukacita,” kata Ramli. “Untuk juga menjalin silaturahmi antar anggota Sentalau terutama yang berada dan tinggal di Sintang,” tambahnya.

Ramli menyebutkan bahwa sebelumnya komunitas melakukan anjangsana kepada para anggota komunitas yang sudah lanjut usia dan dalam keadaan sakit. kegiatan ini juga untuk mengingatkan para anggota atas peran para tetua komunitas.

“Kita berikan motivasi dan semangat kepada mereka, kita bawakan kegembiraan bagi mereka,” ujar Ramli.

Ia juga mengingatkan anggota komunitas yang hadir berkaitan dengan persiapan pemilu daerah yang akan diadakan pada tahun 2018. Ramli ingin mengokohkan kebersamaan yang anggota komunitas bangun selama kurang lebih 30 tahun sejak terbentuknya.

“Janganlah membuat perkumpulan bkita pecah, biarlah politik berjalan sendiri dan perkumpulan tetap solid,” pesan Ramli.

Samson Tughat, salah seorang sesepuh komunitas Sentalau menyampaikan keprihatinannya atas partisipasi anggota dalam kegiatan bulanan komunitas. Ia juga mengulas tema Natal Nasional, ‘hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,’.

“Saya mohon kita aktif kembali dalam komunitas ini,” kata Samson. “Tahun ini kita memang sangat membutuhkan rasa damai karena tahun ini kita akan menghadapi apa yang disebut sebagai ‘tahun politik”, tambahnya. (evy)