UNKA Sintang Gelar Seminar Nasiolan Analisia Hukum Investasi Daerah

by

SINTANG | Sintangpost.com- Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang menggelar seminar dan lokakarya Nasional bertajuk Analisa Hukum dalam Meningkatkan Investasi di Daerah di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Sabtu (21/4) kemarin.

Acara yang dibuka langsung oleh bupati Sintang Jarot Winarno tersebut dihadiri Dekan Fakultas Hukum Universitas Kapuas (Unka) Sintang, Robert Hoffman serta mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Kapuas.

Bupati Sintang Jarot Winarno dalam pemaparannya dihadapan para mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Kapuas mengatakan tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sintang 2016-2021.

Menurutnya perlu dan penting diingat ada enam faktor penggerak utama pembangunan atau prime mover di Kabupaten Sintang dalam pemerintahan saat ini.

“Yaitu membangun daerah dari pinggiran, pemekaran dan penataan wilayah, melakukan hilirisasi produk, meningkatkan akses listrik, menangani kegawatdaruratan infrastruktur dan mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih,” kata Jarot.

Jarot juga menjelaskan bahwa ada tiga faktor pendorong untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih tinggi pada suatu daerah.

“Tiga faktornya harus ada investasi, harus ada ekspor, dan juga ada vokasi, dimana semuanya ini saling berkaitan sehingga dapat menumbuhkan perekonomian yang baik bagi suatu daerah,” jelasnya.

Lanjut Jarot dalam pemaparannya mengatakan bahwa Suistanable Developments Goals (SDGs) atau program pembangunan yang berkelanjutan dari MDGs dengan memiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, diantara 17 tujuan tersebut ada dua tujuan yang perlu diperhatikan.

“Pada point kedelapan ada tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus menerus, inklusif dan berkelanjutan sehingga ekonomi dan pekerjaan yang layak,” terangnya.

Selanjutnya pada point kesembilan dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutannya yaitu membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Artinya industri inovasi dan infrastruktur perlu kita lanjutkan pembangunannya. Kemudian kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha memiliki enam kebijakan lokal,” sambungnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Kapuas Sintang, Robert Hoffman mengungkapkan Kabupaten Sintang memiliki potensi besar dalam pembangunan ekonomi yang menyebar diberbagai sektor.

“Jadi pembangunan perekonomian diberbagai sektor tentunya kita laksanakan dengan kemudahan berusaha dan telah menjadi komitmen Pemerintah untuk melaksanakan evaluasi dan seluruh peraturan perundang-undangan dan perda dalam rangka mendukung kemudahan usaha,” kata Robert.

Potensi yang ada Kabupaten Sintang, sambung Robert, dapat mempengaruhi produksi nasional dan regional dengan harapan penambahan lapangan pekerjaan mengatasi masalah pengangguran.

“Pertama kita di Sintang memiliki sumber daya alam yang luas, kedua industri perdagangan, memiliki moda transportasi, komunikasi dan pariwisata, serta jasa keuangan dan investasi,”tukasnya. (okt)