Uskup Sintang Berkati Gedung Gereja Santa Perawan Maria Stasi Betung

oleh

SINTANG | Sintangpost.com- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, menghadiri peresmian dan pemberkatan Gereja Santa Perawan Maria Stasi Betung Paroki Santa Theresia Kecil Noval Keuskupan Sintang, Senin (22/10).

Peresmian ditandai dengan pemberkatan Gedung Gereja Santa Perawan Maria oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, pelepasan kain penutup plang nama gereja oleh anggota DPR RI Lasarus serta pembukaan pintu gereja oleh tiga orang sekaligus yakni Bernard Saragih, Camat Sungai Tebelian., Petrus Boby, Ketua Panitia Pembangunan Gereja., dan Sunardi Kepala Desa Baya Betung.

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap saat kotbah menyampaikan bahwa bagi kita orang Kristen, gereja ibarat sebuah rumah keluarga. Gereja memiliki dua makna yakni gereja sebagai gedung dan sebagai himpunan orang.

“Kita semua adalah bagian dari bangunan itu. Gereja merupakan tempat kita bertemu satu dengan yang lain serta tempat mengungkapkan pengabdian kepada Allah dan kemudian mengalir bagi sesama. Pakailah gereja untuk menumbuh kembangkan iman kepada Tuhan,” ujarnya.

Uskup Sintang mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu pengerjaan gereja artinya masih kuatnya semangat gotong royong disini.

“Gereja tidak hanya tempat berkumpul tetapi ada upaya saling membantu dan meneguhkan dalam iman karena tantangan kehidupan beragama semakin berat namun kita harus tetap optimis. Kita dituntut untuk memperkuat iman Katolik namun tetap menghargai agama lainnya,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menyampaikan rasa bersyukurnya atas peresmian gereja yang megah meskipun harus dibangun selama lima tahun.

“Pemerintahan desa silakan ikut membantu pembangunan rumah ibadah asalkan dilakukan melalui musyawarah desa. Hal ini sesuai dengan visi Pemkab Sintang yang telah berupaya mewujudkan masyarakat yang religius,” tuturnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Stasi Betung menjelaskan bahwa pembangunan gereja dimulai pada November 2013. Dengan sumber dana dari umat.

“Lima tahun sudah panitia bekerja membangun gereja, saya tahu betul bagaimana perjuangan umat dalam membangun gereja ini,” singkatnya.

Camat Sungai Tebelian, Bernard Saragih menyampaikan desa baya Betung memiliki keunikan karena terdiri dari satu komunitas etnis yang unik dengan budaya yang unik yakni Tarian Bukung.

“Kami mempersilakan jika pemerintah desa ingin membangun rumah singgah suster asalkan melalui musyawarah desa dan dengan nilai yang wajar. Intinya kami.i mendukung namun tetap mengawasi ADD itu sendiri,” tukasnya. (Hms)