Belajar Sekaligus Shering Tentang PAD, Kunker DPRD Kabupaten Sintang Ke Kota Sleman

by

DSC_0165SINTANG | SenentangNews.com- Sebanyak 12 Anggota DPRD Sintang dari komisi C melakukan kunjungan kerja ke Pemda Sleman belum lama ini. Kunjungan yang di ketuai oleh Wakil ketua DPRD Sintang Teri Ibrahim tersebut dalam rangka Untuk mendapatkan informasi dan masukan dalam upaya membuat strategi guna peningkatan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang.

Setibanya di kabupaten Sleman rombongan komisi C DPRD Kabupaten Sintang langsung di sambut hangat oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs. Kunto Riyadi, MPPM beserta jajaran Pemda kota Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Wakil ketua DPRD Sintang Teri Ibrahim mengatakan bahwa DPRD Sintang sengaja menjadwalkan kunjungan ke Pemkot kota Seleman dengan alasan mendapatkan informasi dan masukan dalam upaya membuat strategi peningkatan dan optimalisasi PAD dari Pemkot kota Sleman.

“Terkait kunjungan ini, kami (Anggota DPRD Sintang red) ingin belajar mengenai sejumlah aturan yang membantu pembangunan kota Sintang dalam meningkatkan PAD. menurutnya potensi PAD yang ada di kota Sleman sangat luar biasa. Kami anggap Kota Sleman sangat berhasil dalam meningkatkan PAD nya,”ujarnya.

DSC_0175Dikatakan Teri PAD Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini hanya menyumbang 6,32 % dari total Penerimaan Daerah. Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan PAD Kabupaten Sleman yang telah mampu menyumbang lebih dari 70 % dari total penerimaan. Padahal jika dilihat dari luas wilayah, Kabupaten Sleman tidak seluas Kabupaten Sintang.

“Untuk itu, maka pencarian sumber PAD merupakan upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sintang. Belum optimalnya penggalian dana yang berasal dari daerah seperti kurang optimalnya perusahaan-perusahaan daerah dalam mencari keuntungan (laba) menunjukkan bahwa jasa yang dapat dijual masih kurang. Untuk itu DPRD Kabupaten Sintang berharap Pemerintah Kabupaten Sleman dapat berbagi kiat-kiat dalam menggali dan mengembangkan sektor-sektor yang dapat meningkatkan PAD,”katanya.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Drs. Kunto Riyadi, MPPM mengapreasiasi kunjungan DPRD Sintang untuk belajar dan sharing mengenai potensi peningkatan PAD di Kabupaten Sleman.

“Kunjungan dari DPRD Sintang ini kesannya sangat luar biasa karena salah satu pulau borneo bisa berkunjung ke sini. Tentu kami apreasiasi dan terimakasih sudah dikunjungi,” tambahnya.

DSC_0209Dijelaskan Kunto Riyadi bahwa target realisasi Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) di Kabupaten Sleman terus meningkat tiap tahun. Pada 2012 saja angkanya  hanya dipatok Rp 48,1 miliar dan tahun 2015 ini meningkat jadi Rp 58 miliar.

“Potensi pajak terus bertambah sehingga targetnya juga meningkat. Namun demikian, realisasinya selalu bisa melebihi target”.katanya.

Kunto menambahkan bahwa potensi perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Sleman, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jika pada 2012, realisasi penerimaan PBB-P2 mencapai Rp48,189 miliar atau 104,04 persen dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada 2013 penerimaan PBB-P2 mencapai Rp57,6 miliar atau 128 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp45 miliar.

“Untuk tahun 2014, realisasi penerimaan PBB sebesar Rp59,5 miliar atau 112 persen dari target yang ditetapkan yaitu Rp53 miliar. Menurutnya, pada 2015 ini target yang ditetapkan adalah Rp58 miliar. Target yang telah ditetapkan ini harus dapat tercapai bahkan terlampui, mengingat saat ini PBB telah menjadi bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,”katanya lagi.

Selain dari pajak, sumber PAD yang mengalami peningkatan cukup tajam adalah Pajak Mineral bukan logam yaitu pasir dan batu setelah Gunung merapi meletus yang mencapai 8.02 Milyar dari sebelum terjadi erupsi Merapi tahun 2010 hanya 600 jutaan.

“Sementara yang belum terjadi peningkata secara signifikan adalah Pajak parkir yang realisasinya hanya 800 juta hal ini masih sulitnya pembinaan dan pengelolaannya. Dari seluruh pendapatan Asli daerah di kabupaten Sleman tahun 2014 yang lalu mencapai 573,34 Milyar.

Kunto Riyadi, juga memaparkan dengan adanya otonomi daerah menuntut pemerintah daerah untuk terus kreatif dalam upaya menggali potensi yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. Salah satu sumber pendapatan asli daerah yang dianggap potensial untuk keuangan daerah adalah Pajak Reklame, karena realisasi penerimaan pajak reklame di Kabupaten Sleman selama lima tahun terakhir melebihi target penerimaannya.

“Pajak reklame dianggap dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman dikarenakan mempunyai potensi serta prospek yang cerah melihat perkembangan berbagai macam produk yang semakin meningkat. Selain itu, meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengiklankan produknya menjadi salah satu faktor penyebab pajak reklame dipilih dalam meningkatkan PAD Kabupaten Sleman,”tukasnya. (okt)