GILAA…!!!! Hanya Karena Persoalan Air, Holivil Gorok Leher Temannya Hingga Tewas

oleh -116 views
Polres Sintang Saat Menghadirkan Tersangka Berserta Barang Bukti di Halaman Mapolres Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Defamber Holivil Situmorang (22) tega menghabisi nyawa rekan kerjanya sendiri Purwanto (34) dengan cara digorok lehernya hingga tewas.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Kamp MR 5 PT SNIP, Desa Sungai Risap, Kecamatan Binjai Hulu, Selasa (18/6/2019) pukul 02.00 WIB. Penyebabnya pun sepele, hanya gara-gara air untuk mandi.

Berdasarkan pengakuan tersangka saat ditemui dalam press release Polres Sintang, Jumat (21/6/2019) HS menaruh sakit hati lantaran sering mengambil air mandi.

Saat melancarkan aksinya, HS sengaja mengambil kesempatan saat korban sedang tidur nyenyak. Berbekal sebilah parang, pelaku langsung mghujamkan parangnya ke leher korban sebanyak satu kali.

Tak sampai disitu aksi membabi buta itu lantas dilanjutkannya pelaku hingga tepat di bagian kening korban sebanyak satu kali. Tubuh korban mungkin sudah lemah dan tak berdaya ketika mendapat pukulan benda tajam dari korban sebanyak tiga kali berturut-turut, sehingga korban berbalik badanya menjadi tengkurap.

Setelah memastikan korbannya tidak bernyawa. Pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor korban dan mengambil satu unit handphone milik korban.

“Motifnya memang sakit hati, sebab keberadaan pelaku tidak disukai oleh korban,”kata Kapolres Sintang AKBP Adhe Heriadi disela-sela pres rilis di halam mapolres Sintang.

Kapolres menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban dalam keadaan sadar, bahkan direncanakan sehari sebelumnya.

“Dia (pelaku) dalam keadaan sadar melakukan pembunuhan. Tidak ada pengaruh alkohol ataupun hal-hal lainnya,” tegas Kapolres.

Kapolres juga memastikan pelaku bukan warga Kalimantan Barat maupun Kabupaten Sintang. Dia (pelaku,red) berasal dari Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Di Kalbar pelaku mengaku sudah tiga tahun.

“Pelaku asalnya dari Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Berada di Kalbar sudah tiga tahun. Sementara untuk di Sintang pelaku baru tiga Minggu,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 Ayat 1 ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun ataupun seumur hidup. (okt)