Karhutla Masih Jadi Ancaman, Jarot : Sosialisasi Kita Belum Mantap

oleh -205 views

SINTANG | SintangPost.com – Pemerintah Kabupaten Sintang mengaku sudah melakukan koordinasi yang baik dengan semua pihak untuk meminimalisir dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ada di Kabupaten Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh kepala desa yang ada di Kabupaten sintang untuk mengetahui apa permasalahan yang dihadapi mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan di setiap daerah.

“Senin nanti (23/9/2019) akan kita panggil semua Kepala Desa yang ada di Sintang agar dapat menjelaskan secara langsung apa yang menjadi permasalahan dalam menangani Karhutla di daerahnya,” ucapnya kepada sejumlah awak media usai rapat koordinasi peningkatan status karhutla yang di gelar di ruang kerja Bupati Sintang, Rabu (19/9/2019).

Jarot Winarno mengaku tahun 2018 lalu sudah membuat SK Bupati Nomor 57 tentang tata buka lahan tanpa membakar. Akan tetapi, dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih banyak yang harus dipertimbangkan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi namun masih belum mantap dan tentunya kebijakan ini juga memberatkan sebagian masyarakat. Pembukaan lahan tanpa dibakar sangat memakan biaya dan ini lah yang menjadi pertimbangan kami untuk mengambil kebijakan yang tercantum dalam SK Bupati tersebut yaitu boleh membuka lahan dengan membakar maksimal 2 hektare, satu desa hanya boleh membakar 20 hektare,” tuturnya.

Jarot Winarno juga mengatakan bahwa dalam SK Bupati Nomor 57 tersebut sudah jelas bagi warga masyarakat yang hendak membuka lahan dengan membakar harus melaporkan dengan pihak berwajib atau instansi yang berwewenang dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tak dinginkan.

“Dalam SK Bupati tersebut juga sudah jelas bahwa cara bakarnya diatur oleh desa dengan harus melaporkan kegiatan tersebut kepada pihak terkait serta poin paling penting adalah berhenti membakar jika kemarau panjang,” pungkasnya. (Coe)