Pemkab Akan Bina Penenun di Ensaid

oleh -247 views
Sekda Sintang Melihat Hasil Tenun di Ensaid Panjang

SINTANG | Sintangpost.com- Memanfaatkan waktu libur, Sekataris Daerah Sintang Yosepha Hasnah menyempatkan diri mengunjungi Betang Ensaid Panjang Dusun Rentap Selatan Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai, Minggu (27/10/2019).

Kunjunagn orang pertama di birokrasi tersebut didampingi Kalfor Project-UNDP, Desi, Camat Kelam Permai serta sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Sintang.

Dalam kunjungannya tersebut Yosepha melakukan dialog dengan puluhan Ibu-ibu penenun serta memberikan motivasi dan dorongan agar para pengrajin tenun mampu membuat bentuk kerajinan ikutan dari tenun ikat misalkan dompet, sampul buku, tas dan bentuk kerajinan lain yang masih memanfaatkan kain tenun ikat.

“Saya mengajak pengrajin tenun untuk membuat produk ikutan dari tenun ikat. Kain tenun yang sudah dibuat oleh ibu-ibu harus di kembangkan lagi ke produk atau bentuk lain seperti tas, baju, dompet, dan sampul buku sehingga harganya menjadi lebih bervariasi dan lebih mudah menjualnya,” kata Yosepha .

Menurut Yosepha saat ii Pemkab Sintang tengah mempersiapkan tim untuk membina para penenun untuk lebih lagi meningkatkan produk tenun menjadi nilai jual yang sangat tinggi ketika dipasarkan di luar.

“Kalau memang ibu-ibu disini berminat, kami akan siapkan tim yang akan mendampingi ibu-ibu membuat produk ikutan dari tenun ikat ini sampai bisa. Pendampingan oleh tim itu juga akan diberikan secara gratis. Sampai ibu-ibu berhasil memodifikasi produk yang ada,”jelas Yosepha.

Untuk itu Yosepha mendorong penenun untuk secepatnya bisa bergabung mengingat daerah Ensait Panjang merupakan daerah wisata yang ada di Kabupaten Sintang.

“Otomatis jika ada masyaralkat yang berkunjung ke wisata pasti akan membawa oleh-oleh yang kecil dan mudah dibawa pulang. Dan mereka membutuhkan harga oleh- oleh yang terjangkau. Jadi pengunjung tidak hanya membeli kain tenun, juga membeli produk lain yang harganya terjangkau dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh,”tukasnya.

Kalfor Project-UNDP Desi menyampaikan bahwa pihaknya melihat jumlah penenun semakin bertambah dan jumlah pengunjung juga semakin ramai.

“Kami ingin memperkuat pengelolaan hutan di area penggunaan lain atau APL. Kami mendorong pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat di sekitar hutan demi menyelamatkan hutan di sekitar perkebunan sawit,”bebernya.

Camat Kelam Permai Maryadi menyampaikan motif tenun ikat disini sangat variatif sehingga sebenarnya sangat mudah dikembangkan ke dalam produk turunannya sehingga pangsa pasarnya lebih luas dan harga lebih terjangkau.

“Saya sangat semangat menyambut program ini. Tetapi saya ingin mendengar komitmen ibu-ibu penenun untuk menyambut program ini. Ibu-ibu bisa pilih produk apa yang lebih mudah untuk dikerjakan. Kalau memodifikasi dompet lebih mudah, silakan mulai dulu,” tutpnya. (okt)