Dinkes Gelar Simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Karhutla

oleh -235 views
Bupati Sintang Jarot Winarno Memimpin Apel Simulasi dalam kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan, kebakaran hutan dan lahan di Eks. Lapangan Terbang Susilo Sintang, Kamis (31/10/2019).

SINTANG | Sintangpsot.com- Bupati Sintang Jarot Winarno meminta instansi terkait untuk maksimal dalam mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur, hari ini kita menikmati udara yang bersih, karena hari ini ada saudara kita di kota lain masih menghirup udara yang tidak sehat, “kata Jarot saat memimpin apel dalam kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan, kebakaran hutan dan lahan di Eks. Lapangan Terbang Susilo Sintang, Kamis (31/10/2019).

Jarot juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan yang dilaksanakan hari inidalam rangka memberikan keterampilan bagi tenaga kesehatan terkait penanggulangan sejak dini terhadap masyarakat yang terkena dampak asap karhutla.

“Khususnya tenaga medis dengan adanya kegiatan ini dapat dibekali dengan keterampilan untuk menanggulangi efek buruk kesehatan yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan secara dini”, ucapnya.

Terkait kebakaran hutan dan lahankata Jarot, bahwa masyarakat Sintang juga pernah merasakan dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa bahkan beberapa bulan lalu, pada tanggal 5 September 2019, dalam satu hari pernah mencapai 699 titik api atau hotspot, sehingga dampak pekatnya kabut asap tersebut,.

“Sekolah kita liburkan, penerbangan dibatalkan, jarak pandang terbatas, bahkan ada juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sehingga kita juga menikmati kualitas udara yang buruk, bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara pernah menyentuh di angka 296 dengan kategori sangat tidak sehat”, lanjutnya.

Oleh karenanya udara kotor yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan jauh lebih kecil yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia,. “yang kita rasakan ialah iritasi pada mata, iritasi tenggorokan, iritasi kulit dan sampai gangguan pernapasan,” sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang.

“Kegiatan ini untuk melatih satu tim yang nantinya akan menjadi tim yang terlatih untuk menangani krisis kesehatan di Kabupaten Sintang, “kata Sinto.

Dalam kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan kebakaran hutan dan lahan tahun 2019, dr. Sinto mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari pusat, dan provinsi.

“Kami undang narasumber Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit Persahabatan, Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat,” ucapnya. (okt)