GILAAAA…!!!.Elpiji 3 Kg di Sintang Tembus Rp 37 Ribu

oleh -418 views
Ketua Komisi A DPRD Sintang Santosa

SINTANG I Sintangpost.com- Penetapan harga tabung LPG 3 kilogram sebesar Rp 16.500 oleh pemerintah ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.

Meski tak sulit didapatkan, namun harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram (kg) terus mengalami kenaikan baik di Kota Sintang maupun di Kecamatan-kecamatan. Di Kota Sintang saja, harga gas melon yang disubsidi pemerintah tersebut telah menembus Rp 37 ribu per tabung.

Tingginya harga elpiji melon Bumi Senentang ini membuat masyarakat khususnya warga miskin pengguna gas subsidi, menjerit. Padahal, sesuai HET (harga eceran tertinggi) di Kabupaten Sintang hanya Rp 16.500 per tabung.
Melihat tingginya harga elpiji 3 kilo gram di Kabupaten Sintang Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang Santosa merasa geram. Dia meliha penomena ini seharusnya tidak terjadi.

“Ini si gila namanya, kok harga bisa sampai segitu. Ini tidak benar, “katanya ditemui usai paripurna AKD di gedung DPRD Sintang, Jumat (1/11/2019).

Politisi Kayan ini menilai tingginya harga elpiji di tingkat pengecer justru dimanfaatkan oknum-oknum yang sengaja bermain dengan kondisi sekarang ini.

“Ini jelas ada permainan oknum baik ditingkat pangkalan maupun pengecer yang sengaja menfaatkan situasi sekarang,”bebernya.

Dalam waktu dekat, Politisi PKB ini akan segera memanggil dinas terkait untuk mengetahui apa masalah apa yang terjadi hingga menyebabkan mahalnya gas bersubsidi ini hingga mencari solusi.

“Jangan sampai program pemerintah untuk menggantikan minyak tanah ke elpiji ini disalahkan. Sekarang elpiji tiga kilogram sudah langka dan harganya mahal. Kami tidak mengharapkan kelangkaan ini disebabkan para agen untuk mencari keuntungan yang lebih besar. Kalau perlu kita akan sidak ke berbagai agen untuk memastikan stoknya,” pungkasnya.

Maria Magdalena

Ditempat yang sama anggota DPRD Sintang Maria Magdalena mengaku terkejut dengan mahalnya gas elpiji di kota Sintang yang sudah mencapai Rp 37 ribu pertabungnya.

“Di Sintang saja sudah segitu bagaimana di daerah lainnya. Tentu ini sangat memberatkan masyarakat,”jelas Maria.
Kedepan kata Maria perlu ada pengawasan yang menyeluruh terhadap penyaluran gas elpiji di Kabupaten Sintang sehingga harga HET yang sudah ditetapkena pemerintah bisa dijalankan dengan baik.

“Kalau saya melihat selama ini minim pengawasan dari pemerintah. Kalau mau jujur lebih dari cukup elpiji 3 kg jika ingin disesuiakan dengan warga miskin di Sintang. Tapi faktanya banyak masyarakat yang berteriak,”tandasnya. (okt)