Mainar: Bidan Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

oleh -320 views
Mainar Puspa Sari

SINTANG | Sintangpost.com- Anggota DPRD Kabupaten Sintang Mainar Puspa Sari mengungkapkan pelayanan bidan di daerah sangat penting. Sebab, bidan merupakan salah satu ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke pelosok desa.

“Saya berharap melalui momen IBI yang ke 68 yang baru dilaksanakan beberapa hari lalu dapat dijadikan momentum sebagai ajang perbaikan pelayana kesehatan ibu dan anak,”kata Mainar, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, peran bidan di Sintang memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi secara tulus dan ikhlas terhadap pelayanan persalinan.

“Walau kuantitas bidan di Sintang masih minim jika berbanding dengan jumlah masyarakat yang ada, diharapkan kualitas bidan yang ada dapat lebih ditingkatkan sehingga mampu memberi edukasi yang baik mengenai kehamilan, kelahiran dan pasca kelahiran,” kata Mainar.

Anggota Komisi C DPRD Sintang yang membidangi kesehatan ini megingatkan para ibu yang sedang hamil agar menggunakan jasa bidan dan tidak menggunakan jasa dukun beranak saat ingin melahirkan.

“Saat ini dukun beranak di Sintang kita jadikan mitra khususnya di pelayanan kesehatan tingkat pertama puskesmas untuk membantu proses persalinan sebab keberadaan dukun beranak sudah ada sejak dulu,”jelasnya.

Dia menjelaskan saat ini masyarakat diminta selalu melakukan tahapan pelayanan kesehatan secara prosedur persalinan yakni dengan merujuk ke faskes terdekat. Apalagi sekarang ini sudah ada jaminan persalinan.

Politisi Demokrat ini meminta ibu-ibu hamil agar proses persalinan harus dilakukan di faskes dengan tenaga kesehatan minimal bidan. Apalagi bagi ibu hamil yang memiliki resiko tinggi seperti hipertensi, posisi bayi sungsang, pinggul kecil, eklamsi atau kasus lainya.

”Karena ini bisa membahayakan bagi jiwa ibu dan bayinya. Dukun pun kalau ada resiko kelahiran itu tinggi dia nggak berani pasti merujuk ke rumah sakit,” ajaknya.

Mainar juga berpesan kepada bidan daerah yang masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT) agar tetap bersemangat menjalankan tugasnya dengan baik demi meningkatkan pelayana kesehatan kepada masyarakat.

“Harus tetap semangat meskipun ditempatkan di pedalamam. Saya rasa bidan merupakan tugas yang mulia,”tukasnya. (okt)