Ketua DAD Sintang Janji Akan Kawal Proses Hukum Peladang yang Ditangkap

oleh -346 views
Jefray Edward

SINTANG I Sintangpost.com- Larangan pemerintah membakar hutan dan lahan (termasuk berladang) menuai reaksi protes dari Ketua DAD Kabupaten Sintang Jeffray Edward. Bahkan Jeffray menyayangkan penangkapan para petani peladang yang ditahan oleh kepolisian Sintang beberapa waktu lalu.

“Saya merasa kecewa dan menyayangkan para peladang ini masih tetap diproses hukum oleh aparat. Ini bagi saya sesuatu yang mengkhawatirkan terutama masyarakat dayak yang ada di Sintang,”kata Jeffray saat menghubungi Sintangpost.com melalui via WhatsApp, Kamis (7/11/2019).

Menurut Jeffray seharusnya ada pengecualian dari aparat terhadap warga yang hanya membakar untuk kepentingan berladang.

“Harus ada pengecualian untuk yang berladang, karena itu untuk kehidupan mereka sehari-hari. Tetapi dengan batasan-batasan tertentu,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang ini mengatakan berladang dengan cara membuka lahan, cara tradisional (membakar) sudah dilakukan masyarakat Kabupaten Sintang secara turun-temurun. Bakhan lanjutnya Perda tentang pengakuan adat sudah disahkan pihaknya bersama pemerintah daerah.

“Perda hutan adat inikan sudah kita sahkan, tetapi mengapa masyarakat yang hanya berladang masih tetap ditahan. Mana keadilan bagi masyarakat. Padahal koorporasi yang melakukan usaha tapi malah peladang yang kena tumbalnya,”kesal Jeffray.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta pemerintah daerah Sintang untuk segera turun tangan melakukan perlindungan dan pengakuan terhadap kearifan lokal.

“Kalau seperti ini apa yang mau dimakan masyarakat yang hanya membuka lahan tidak kurang lebih dari 2 hektar. Sementara selama ini pemerintah belum mampu memberikan solusi teknologi pertanian yang lainnya,”bebernya.

Atas kasus ini Jeffray berjanji akan mengawal proses hukum sampai tuntas dengan melakukan koordinasi ke DAD Propinsi serta melakukan pendamping hukum bagi masyarakat yang ditahan.

“Akan kita kawal, kita tidak mau ada kesan peladang dihukum seperti penjahat sebab peladang bukanlah penjahat melainkan hanya untuk memenuhi kebutuhan makan saja,”tutupnya. (Okt)