APBD Turun, Skala Perioritas Pembangunan Jangan Sampai Turun

oleh -277 views
Alpius

SINTANG | Sintangpost.com- Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan besaran anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang tahun 2020 mendatang dipastikan turun. Penurun APBD tersebut disampaikan Bupati Sintang Jarot Winarno.

“Untuk APBD kita Sintang turun ya, yang paling mencolok pengeluarannya,“usai menggela rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan dan Raperda APBD Kabupaten Sintang tahun anggaran 2020, Jumat (22/11/2019).

Pengeluaran yang dimaksud kata Jarot disebabkan beberapa faktor antara lain adanya penerimaan CPNS baru kemudian pembayaran PPPK serta adanya pilkada dan pilkades serentak.

“Banyak makan duit itu, mudah-mudahan kita bisa lebih efesien lagi,”jelas Jarot.

Menanggapi penurunan APBD ditahun 2020 mendatang anggota DPRD Sintang Alpius mengingatkan kepada pemerintah Kabupaten Sintang untuk tetap menlakukan penghematan dari sisi anggaran. Menurutnya pembangunan yang akan dilaksanakan harus direncanakan dengan matang dan baik. Selain itu berdasarkan data dan informasi akurat, didukung strategi dan kebijakan yang tepat.

“Kita memiliki anggaran pembangunan yang terbatas, oleh karena itu harus dialokasikan dengan tepat, efektif dan efisien,”jelas Alpius.

Ditegaskan Alpius, walau APBD mengalami penurunan, diharapkan tidak menurunkan kualitas pembangunan yang dilakukan.

“Anggaran turun secara kuantitas, tetapi pembangunan kualitasnya harus tetap naik dengan program yang benar-benar memiliki asas manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini menjadi momentum untuk tidak lagi mengandalkan sektor perkabunan yang selama ini menjadi andalan.

“Kita sudah harus beralih ke sektor yang tahan banting seperti pariwisata, sebab pariwisata kita di Sintang ini kalau diolah dengan baik maka akan mendatangkan PAD,” ujarnya.

Menurut Politisi PKB ini salah satu skala perioritas yang menjadi perhatian Pemkab Sintang yakni harus fokus kepada infrastruktur jalan dan jembatan. Secara khusus di daerah Ketungau jalan dibukit penggilan yang hanya 15 KM saja.

“Sampai hari ini belum ada peningkatan jalannya. Kita minta ini menjadi skala perioritas pemkab Sintang,”ujar politisi Ketungau ini.(okt)