Ribuan Massa Menyemut di Pengadilan Sintang, Tuntut 6 Peladang Vonis Bebas

oleh -290 views
Ribuan Massa Melakukan Unjuk Rasa di Pengadilan Sintang

SINTANG | Sintangpost.com- Ribuan masyarakat dari beberapa elemen menggelar unjuk rasa di Gedung pengadilan Sintang, Kamis (21/11). Dalam aksi yang diinisisai oleh Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP), Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang serta berbagai ormas menuntut 6 petani peladang yang menjadi terdakwa kasus Kebakaran Hutan dan Lahan dibebaskan tanpa syarat.

Tak hanya masyarakat, DPRD Sintang yang dipimpin langsung ketua DPRD Florensius Ronny juga tampak ikut dalam aksi damai itu. Tampak juga pasukan merah dengan atribut lengkapnya.

Sekjen MADN Provinsi Kalimantan Barat Yakobus Kumis menuturkan bahwa ladang merupakan minimarket bagi warga Adat Dayak. Karena dalam ladang ada berbagai tanaman yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ladang ini memberikan penghidupan bagi warga masyarakat. Maka jika keputusan hukum tidak tepat, ditakutkan warga masyarakat akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,”kata Yakobus.

Hal yang sama disampaiakan Seketaria DAD Sintang Herkulanus Roni. Roni mengku prihatin terhadap penegakan hukum yang terkesan memebabat masyarakat kecil. Menurutnya aturan sudah jelas namun kenapa kearifan lokal tidak digubris.

“Ini tidak adil bagi masyarakat dayak khususnya sebab berladang sudah ada sejak jaman dahulu kala,”kata Roni.

Usai berorasi kurang lebih dua jam di gedung pengadilan Sintang, keenam peladang tak kuasa menahan tangisnya. Mereka dijemput
langsung ribuan massa yang hadir pada saat itu. Aksi penjemputan dikawal langsung pasukan merah menuju balai kenyalang.’

Ketua DAD Kabupaten Sintang Jeffray Edwar mengucapkan terimakasih kepada sejumlah masyarakat yang telah ikut membela dalam aksi tersebut.

“Ini bukti nyata kita sebagai masyarakat Sintang dalam membela keadilan di tanah Senentang ini,”katanya.

Jeffray mengatak aksi yang digelar bersama masyarakat murni dari hati nurani masyarakat dan bukan kepentingan politik dan golongan.

“Ini aksi kita DAD dan masyarakat dalam membela petani peladang. Sebeb kami menilai petani bukan penjahat,”tukasnya.

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariyadi berterimakasih atas kerjasamanya sehingga unjuk rasa yang digelar hari ini bisa berjalan dengan aman.

“Kami dari polres Sintang sangat berteimakasih kepada semua pihak. Harapan kita aspirasi yang disampaiakn bisa terpenuhi dan mendapatkan keadilan,”tutupnya. (okt)