Jarot Ajak Guru Lakukan Perubahan

oleh -243 views
Bupati Sintang JArot Winarno Menjadi Irup peringatan HGN di di Halaman SMA Negeri 1 Sepauk, Senin (25/10/2019)

SINTANG | Sintangpost.com- Setiap tahun, 25 November adalah hari istimewa bagi para guru. Di Hari Guru Nasional atau yang akrab disapa HGN inilah, pengabdian mereka diakui, prestasi mereka dirayakan, dan keberadaan mereka lebih diperhatikan.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu bagi seorang guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

“Seorang guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,”kata Jarot saat membacakan Sambutan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim di Halaman SMA Negeri 1 Sepauk pada Senin, (25/11/2019).

Mendikbud berpesan kepada guru agar melakukan perubahan kecil di kelas, yang dimulai dari mengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

“Melalui perubahan kecil yang dilakukan dari guru, Indonesia akan bergerak maju. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah”katanya.

Dia mengatakan, tugas guru termulia sekaligus yang tersulit karena ditugaskan untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

“Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas,”tutup bupati saat mengakhiri sambutan Mendikbud. (okt)