5 Rumah Hangus Terbakar, Sarwono : Baju Seragam Pun Tak Sempat Diselamatkan

oleh -300 views
Salah satu korban kebakaran, Sarwono memeluk anaknya.

SINTANG | SintangPost.com – Si jago merah melahap habis lima rumah di Jalan Jembatan Antariksa, Masuka Pantai, Kecamatan Sintang, Senin (20/1/2020).

Sarwono, salah satu korban kebakaran mengungkapkan tak ada satu pun harta miliknya yang ada di rumah yang bisa diselamatkan karena saat api sedang merambat ke rumahnya, ia dan keluarganya sedang tidak berada di rumah.

“Saya tinggal berempat, bersama istri dan dua anak saya. Anak saya yang satunya sedang sekolah di SMK dan satunya lagi langsung ke kedai Ibunya setelah pulang sekolah. Padahal biasanya, dia sering sendirian di rumah,” ujarnya ketika ditanyai SintangPost.com sembari memegang rambut anaknya yang sedang menangis tersedu.

Meski tak bisa menyelamatkan harta bendanya, Sarwono yang merupakan salah satu ASN di Satuan Polisi Pamong Praja Sintang mengaku bersyukur keluarganya selamat dari musibah tersebut.

“Saat kejadian, saya sedang di tempat teman saya,begitu tahu langsung kesini dan melihat sudah ludes, saya hanya memastikan kondisi keluarga saya baik-baik saja. Harta benda memang sudah tak ada tersisa, jangankan yang lain, baju seragam saja tak sempat diselamatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulanggan Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi adanya kebakaran dari warga masyarakat sekitar pukul 12.05 WIB.

“Informasi yang diberikan ada kebakaran di Pasar Babi, kami menuju kesana, tenyata tidak ada apa-apa baru setelah itu kami mendapatkan lokasi TKK adalah disini. Kami langsung melakukan pemadaman dan upaya pencegahan agar api tidak merembet ke bangunan di sekitar karena memang lokasinya padat penduduk,” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah pasti rumah yang telah ludes di lahap si Jago Merah, Agus mengatakan bahwa informasi yang pihaknya terima adalah empat rumah pribadi dan satu rumah kostan yang terdiri dari beberapa pintu.

“Karena lokasinya padat penduduk, jadi cukup sulit. Saat ini, pukul 13.10 api sudah bisa dipadamkan, namun kita terus melakukan pendinginan hingga benar-benar aman,” ucapnya.

Agus juga menyampaikan ada 30 personil Damkar yang dikerahkan untuk memadamkan api di TKK tersebut.

“Ada 7 armada yang kita kerahkan untuk memadamkan api dibantu oleh Busera,” pungkasnya. (Coe)