Jaga NKRI, FPIP Sintang Gelar Seminar Deradikalisme

oleh -515 views

SINTANG | SintangPost.com – Forum Peduli Ibu Pertiwi menggelar Seminar Deradikalisasi di Aula Sekolah Tinggi Agam Islam Al-Ma’arif Sintang, Sabtu (25/1/2020).

Seminar Deradikalisasi ini mengangkat tema “Meneguhkan Ideologi Pancasila Menolak Paham Khilafah dan Radikalisme”.

Kapolres Sintang melalui Kasat Intel Polres Sintang, AKP Hilman Mailani yang menjadi narasumber dalam seminar deradikalisasi tersebut mengungkapkan radikalisasi adalah upaya melakukan perubahan dengan cara kekerasan.

“Radikalisme ini adalah kelompok atau organisasi yang ingin melalukan perubahan dengan cara kekerasan. Jadi, radikalisme tidak tertuju pada satu agama saja, bisa saha terjadi orang-orang yang tidak kita duga,” ujarnya.

Kasat Intel Polres Sintang menyampaikan bahwa radikalisme itu muncul karena beberapa hal, diantara lain terlalu berlebihan dalam mengamalkan ajaran agama, ketidaktahuan akan ajaran agama, keliru menilai perilaku umat beragama, atau dikarenakan pengaruh luar negeri.

“Salah satunya ciri radikalisme adalah mengklaim kebenaran tunggal dengan mengutamakan ibadah secara penampilan dan jihadis. Hanya saja, terkadang kita tidak menyadari bahkan pribadi kita saja bisa menjadi radikal meski bersifat sederhana,” katanya.

Kasat Intel Polres Sintang menyampaikan untuk menangkal radikalisme, butuh melakukan tindakan preventif yaitu menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan, menjalankan aktivitas agama dengan toleran serta berjejaring dalam komunitas positif dan perdamaian.

“Untuk kuratif, kita butuh memberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak radikalisme dengan memberikan pemahaman tentang ajaran agama yang benar, membuatkan nilai nasionalisme, toleransi dan perdamaian,” tuturnya.

Sementara itu, Dandim 1205/Stg, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan yang juga merupakan narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan seminar ini selaras dengan tugas pokok dengan Kodim 1205/Stg.

“Ada tiga hal yang menjadi topik utama, definisi pancasila, radikalisme dan khilafah. Kita coba jabarkan pengertian dan akan membuat pemahaman kita terhadap tiga hal tersebut menjadi semakin baik,” ucapnya.

Dandim 1205/Stg juga meminta kepada mahasiswa untuk bersikap kritis demi pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Sintang.

“Kritis, itu yang harus dilakukan mahasiswa. Jangan hanya diam. Tapi ingat, kritis yang bersifat konstruktif,” tegasnya.

Sementara Ketua FPIP Kabupaten Sintang, Dea Kusuma Wardhana mengungkapkan tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan masyarakat khususnya generasi muda mengenai paham khilafah dan radikalisme.

“Ini salah satu upaya kita menjaga bangsa dengan meningkatkan nasionalisme dan menolak paham khilafah serta radikalisme,” pungkasnya. (Coe)