Kunjungi Ensaid Panjang, Yuyu : Jaga Kelestarian Alam Untuk Keseimbangan Kehidupan

oleh -459 views
Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengunjungi Ensaid Panjang

SINTANG | SintangPost.com – Menjaga kawasan hutan dan lingkungan sangat penting dalam mensejahterakan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Bidang Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (KLHK), Yuyu Rahayu saat berkunjung ke Kabupaten Sintang tepatnya Ensaid panjang, Kecamatan Kelam Permai, Selasa kemarin (11/02/2020).

“Menjaga kelestarian hutan berarti juga menjaga keseimbangan alam sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya encana, karena bagaimanapun ada yang kadang kita lupakan yaitu bencana bisa juga terjadi karena ulah kita sendiri,” ujarnya.

Yuyu mengatakan perkembangan budaya yang marak terjadi saat ini harusnya bisa menyeimbangankan kelestarian hutan dan lingkungan sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kelansungan hidup orang banyak.

“Perkembangan budaya juga harus memperhatikan kelestarian kehidupan salah satunya menjaga kelestarian hutan meskipun kita menyadari pembangunan dan lingkungan adalah hal yang tak dapat dipisahkan,” katanya.

Untuk itu, Yuyu mengaku bangga dengan keberadaan masyarakat adat yang tinggal di Ensaid Panjang karena merupakan contoh nyata dari kecintaan masyarakat adat yang telah berupaya menyelamatkan bumi kita dengan menjaga alam dan hutan sesuai tradisi dan budayanya.

“Disini, di Ensaid Panjang ini merupakan contoh memelihara budata yang berdampak positif bagi kelestarian lingkungan. Masyarakat dapat mengimbangi pola keseimbangan atara kelestarian alam dan kehidupan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Yuyu juga menjelaskan bahwa hutan di luar kawasan hutan juga harus dijaga dengan meningkatkan karakter masyarakat yang cinta lingkungan.

“Salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan adalah membuat masyarakat melek pada hal tersebut dengan memupuk dari budaya. Kemajuan tidak dinilai dari sejahteranya namun dinilai dari budayanya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan ada banyak hutan yang berada diluar kawasan hutan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memperjuangkan agar hutan yang ada tidak diambil oleh perusahaan-perusahaan.

“Ada sekitar 61.000 hektare hutan yang bukan berada di kawasan hutan yang harus kami jaga. Tujuannya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga keseimangan alam yang nantinya akan memberikan dampak baik bagi kehidupan di berbagai lini,” pungkasnya. (Coe)