Saksi Kunci Pembunuhan, Ita Diberi Pengamanan Khusus

oleh -626 views
Olah TKP (Foto : Irawan)

MELAWI| SintangPost.com – Sd (18) dan Sp (4) yang merupakan saudara kandung ditemukan sudah tidak bernyawa di kediamannya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Senin malam (17/2/2020).

Tak hanya Sd dan Sp, masyarakat juga menemukan Ita (35) yang merupakan Ibu kandung dari kedua korban dalam keadaan kritis dengan luka yang cukup parah di bagian kepala yang diduga akibat benda tumpul.

Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi mengungkapkan bahwa pihaknya kan terus berupaya dengan maksimal baik melakukan olah TKP dan juga meminta keterangan saksi.

“Untuk kakak beradik, jam 10.00 WIB tadi sudah dimakamkan. Kita juga menghadiri pemakaman tersebut. Sampai sore ini kita meminta keterangan dan pemeriksaan para saksi. Intinya kita akan berupaya sebaik mungkin,” ujarnya kepada SintangPost.com saat ditemui di Polres Melawi, Selasa (18/2/2020).

Kapolres Melawi juga menyampaikan saat ini Ita, yang sebelumnya langsung dilarikan ke RS. Citra Husada telah dirujuk ke RS. Soedarso untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Beliau langsung kita larikan ke RS. Soedarso untuk mendapatkan perawatan. Dari tadi malam, kita juga memberikan pengamanan sebanyak dua personil untuk It,” katanya.

Saksi KunciĀ 

Kapolres Melawi mengatakan bahwa Ita merupakan satu-satunya saksi mata saat pembunuhan sehingga pihaknya terus melakukan pengamanan kepada Ita.

“Ada personil Polres Melawi dan juga personil Polda Kalbar yang menjaga keamanan beliau selama mendapatkan perawatan intensif karena beliau merupakan saksi kunci dari peristiwa tersebut,” ucapnya.

Kapolres Melawi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak RS. Soedarso dan anggota yang berjaga mengenai kondisi Ita.

“Beliau sudah siuman. Tapi kita terus melakukan komunikasi dengan pihak dokter apakah beliau dalam waktu dekat bisa pulang atau dimintai keterangan disana,” ucapnya.

Mengenai target, Kapolres Melawi menegaskan bahwa pihaknya akan segera mungkin melakukan penangkapan jika sudah ada barang bukti yang dilengkapi dengan keterangan saksi yang absah.

“Sementara ini ada delapan bukti yang kita amankan, salah satunya adalah alat yang diduga untuk melakukan pembunuhan. Semuanya sudah kita kirim ke Pontianak untuk diuji lab,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP. Primas Dryan Maestro juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak terlalu takut dan khawatir dengan peristiwa tersebut.

“Kami akan berupaya sebaik mungkin. Untuk itu kami minta masyarakat tidak tidak khawatir,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Melawi menegaskan bahwa Polres Melawi bersama Polda Kalimantan Barat akan membuat tim khusus untuk menginvestigasi peristiwa ini.

“It saat ini sedang dalam perawatan intensif, beliau juga dijaga ketat oleh personil Polri baik Polres Melawi maupun Polda Kalbar. Selain suaminya, dia tak bisa ditemui oleh siapapun,” pungkasnya. (Coe)