Taman Bungur Sepi Pengunjung, Jarot : Ada Hikmah Positifnya

oleh -556 views
Bupati Sintang memberikan pengertian social distance kepada pengunjung Taman Bungur Sintang (Foto : Anwar)

SINTANG | SintangPost.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno bersama Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, Kepala BPBD Kabupaten Sintang mendatangi Taman Bungur yang terletak tepat di depan rumah dinas jabatan Bupati Sintang, sore ini, Kamis (19/03/2020).

Taman yang kerap ramai dikunjungi oleh berbagai usia terlihat lenggang tak seperti biasanya, hanya beberapa perkumpulan anak muda terlihat mengobrol santai sembari menikmati senja.

Jarot menyampaikan saat ini Indonesia termasuk Kabupaten Sintang masih adalah tahapan Hysteria Corona yang mana ada rasa takut dan juga panik dalam menghadapi persoalan Corona yang sudah menyebar di Indonesia bahkan di Provinsi Kalimantan Barat.

“Usai ada surat edaran Bupati mengenai menghindari kerumunan orang ramai, banyak masyarakat yang panic dan merasa takut berlebihan, itu juga tidak baik,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Jarot, kondisi demikian memberikan hikmah positif yang dapat memperlambat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sintang.

“Dengan begini, ada jaga jarak sosial yang akan memperlambat Covid-19. Itu yang harus ditekankan, social distance dan kerap menjaga hidup bersih,” katanya.

Jarot berharap masyarakat Kabupaten Sintang untuk tidak terlalu panic mekipun harus terus mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat.

“Kita sudah berusaha transparan, Dinas Kesehatan akan terus memberikan data harian mengenai kasus Corona dan hari ini ada dua Pasien Dalam Pengawasan yang merupakan rujukan dari Kabupaten lain,” tuturnya.

Pada kesempatan kali ini, Dinas Kesehatan juga melakukan disinfeksi di Taman Bungur dengan memberikan disinfektan kesejumlah tempat duduk yang kerap disentuh oleh masyarakat yang berkunjung ke Taman tersebut.

“Besok, teman kita dari Kodim akan melakukan kurve di Pasar Masuka, nanti kita akan minta Dinas Kesehatan untuk melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus memberikan penyuluhan bersama Disperindagkop Kabupaten Sintang bagaimana agar belanja cepat sehingga tidak terlalu sering melakukan aktivitas di luar rumah yang kerap rawan menjadi tempat penyebaran virus,” ucapnya.

“Karena saat ini, kalau mau beli cabe pakak belum bisa online apalagi bahan sayur lainnya. Nah, nanti Disperindagkop dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang akan memberikan penyuluhan bagaimana belanja cepat, ini sebagai salah satu cara kita mengurai pasar,” ucapnya.

Antisipasi Diri

Yudika, salah satu warga Kabupaten Sintang yang berstatus Mahasiswa disalah satu Universitas Negeri di Kalimantan Barat ini mengaku cukup takut dengan adanya penyebaran Covid-19 yang telah menjangkiti wilayah Kalimantan Barat.

“Kita diliburkan, begitu diliburkan kita langsung pulang ke Sintang,” ujarnya.

Yudika yang saat itu sedang menikmati senja bersama teman-temannya menyampaikan bahwa dirinya telah melaporkan kedatangannya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sehingga saat ini dirinya berstatus Orang Dalam Pemantauan.

“Lapor sudah, periksa darah juga sudah semua, dan Alhamdulillah sehat,” katanya.

Yudika mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya surat edaran Bupati Sintang mengenai larangan berkumpul di tempat keramaian.

“Takut boleh, panik terlalu berlebihan juga tidak boleh kan. Intinya antisipasi saja, saya selalu membawa hand sanitizer dan juga masker sebagai langkah antisipasi penyebaran Corona,” pungkasnya. (Coe)