Covid-19 dan Dilema Belajar di Rumah, Melkianus : Semoga Bencana Ini Segera Berakhir

oleh -675 views
Melkianus

SINTANG | SintangPost.com – Penetapan Kejadian Luar Biasa mengenai penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) oleh Pemerintah Kabupaten Sintang juga berdampak pada bidang pendidikan.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 maka pelaksaaan belajar di rumah yang semula dilakukan dari tanggal 19 Maret hingga 2 April 2020 diperpanjang hingga 10 April 2020.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Melkianus meminta kepada agar para siswa yang terpaksa harus belajar di rumah untuk untuk terus menjaga kesehatan dengan mengkomsumsi makanan sehat dan bergizi, rutin berolahraga, dan terus meningkatkan semangat belajar meskipun saat ini harus belajar di rumah yang artinya hanya diberikan banyak tugas tanpa penjelasan dari guru.

“Ini adalah upaya yang terbaik yang saat ini diambil oleh Pemerintah. Jadi, tak hanya siswa, orang tua juga harus semangat agar bisa menyemangati anaknya dan jangan lupa untuk terus mengontrol agar anaknya tidak banyak melakukan kegiatan di luar jika tidak terlalu perlu,” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang ini juga berharap agar bencana Covid-19 ini dapat segera berakhir sehingga segala aktivitas dapat berjalan seperti biasa tak terkecuali di bidang pendidikan.

“Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada kehidupan. Ia merengut banyak hal seperti kebebasan tak terkecuali hak anak. Belajar menggunakan daring juga masih sulit diterapkan terutama untuk kita yang ada di daerah. Tak hanya itu, anak juga tidak bebas bermain yang mana itu adalah hak mendasar anak, tapi demi menjaga keadaan, mari kita ikuti, orang tua harus semangat agar bisa menyemangati anaknya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Melati Sintang, Kusnidar mengajak masayrakat untuk melihat sisi positif dari kebijakan belajar dari rumah dan peniadaan Ujian Nasional bagi siswa sekolah dasar dan juga siswa sekolah menengah.

“Dengan dihapusnya UN dalam konteks Corona, saya sangat setuju. Ini adalah bentuk kemanusiaan dan kepedulian yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menjaga masyarakatnya. Lagipula UN memang seharusnya bukan menjadi barometer akhir untuk menilai hasil studi siswa,” pungkasnya. (Coe)