Tambah Ruang Isolasi Mandiri Bagi OTG Reaktif Rapid Test, Zulkarnain: Kita Terkendala Tukang

oleh -724 views
Peninjauan Ruang Isolasi Mandiri untuk OTG (Foto : Anwar)

SINTANG | SintangPost.com – Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau langsung progress pengerjaan kamar isolasi mandiri untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang disiapkan di Mess Diklat BKPSDM Kabupaten Sintang di Komplek Gedung Serbaguna Sintang yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Senin kemarin (04/05/2020)

“Kita melakukan penambahan ruang isolasi mandiri disini, untuk orang tanpa gejala yang berdasarkan hasil rapid testnya dia reaktif, apalagi jika dia ada melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Kita juga menyediakan ini untuk yang hasil rapid testnya reaktif tapi tidak bida isolasi mandiri atau tidak yakin mampu disiplin selama isolasi mandiri selama 14 hari, maka kita isolasi semya selama dua minggu sambil menunggu hasil swab tenggorokan,” ucapnya.

Jarot Winarno menyampaikan saat ini telah ada 19 orang yang telah menjalani masa isolasi mandiri di Mess Diklat yaitu 8 perempuan dan 11 laki-laki. Pihaknya juga telah melakukan isolasi mandiri pada kasus khusus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang hasil rapid tesnya reaktif.

“Biar agak tenang, kita siapkan lebih kamarnya. Jadi, jika OTG bertambah, kita sudah siap untuk isolasi mandiri. Rapid Test reaktif memang belum tentu positif Covid-19 namun bukan berarti tidak ada juga. Makanya kita tunggu swab tenggorokannya dan selama menunggu hasil disiolasi mandiri disini,” katanya.

Kadis Perkim Kab. Sintang Zulkarnain mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan 24 kamar yang nantinya akan di gunakan untuk isolasi mandiri covid-19 dengan ukuran kamar 3×3 meter karena satu kamar itu harus di tempati satu orang saja.

“Kamar yang tersedia di Mess Diklat BKPSDM ini ada 10 kamar. Kita sudah melakukan penambahan 6 kamar. Jadi, masih ada 18 kamar yang harus dikerjakan,” tuturnya.

Zulkarnain mengaku pihaknya mengalami kendala dalam pengerjaan penamahana kamar karena sulitnya mencari tukang yang siap untuk mengerjakan proyek tersebut.

“Saat ini, ada 4 orang tukang dan itu masih kurang, minimal 10 orang lah. Susahnya sekarang cari tukang karena memang stigma sudah terbentuk bahkan pada OTG ini,” pungkasnya. (Coe)