Terkena Stigma Covid-19, Ini Klarifikasi RM. Sakato

oleh -1.854 views
Nashirul Haq, pemilik RM Sakato

SINTANG | SintangPost.com – Stigma yang disebabkan adanya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga menyasar ke Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kabupaten Sintang seperti yang dialami oleh Rumah Makan  Sakato.

Stigma tersebut terbentuk setelah adanya kabar bahwa salah satu pasien terkonfirmasi Covid-19 sempat membeli makanan di Rumah Makan Sakato bahkan saat pasien tersebut telah diisolasi khusus oleh pihak RSUD Ade M. Djoen Sintang.

“Pertama kali, kita mendapatkan informasi tersebut dari media sosial yang menampilkan screenshot pesan dari salah satu pejabat yang ada di Whatsapp Grup milik salah satu instansi Pemerintah Kabupaten Sintang, sudah kita coba klarifikasi namun hingga saat ini yang bersangkutan belum juga memberikan tanggapan,” ujar Nashirul Haq, pemilik dan pengelola RM. Sakato kepada SintangPost.com, Kamis (07/05/2020).

Nashirul Haq sangat menyayangkan adanya stigma yang diberikan kepada usaha miliknya. Terlebih lagi, yang menyampaikan adalah salah satu pejabat yang harusnya bisa mengayomi dan membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita sudah langsung kontak ke Bupati Sintang untuk menanyai kebenaran kabar tersebut, dan jawaban beliau aman. Tapi tentu kita sangat menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi apalagi disampaikan langsung oleh pejabat, harusnya kan tidak boleh begitu, itu mematikan usaha yang ada,” katanya.

Nashirul Haq juga menegaskan pihaknya merasa tidak pernah merasa melayani PDP tersebut. Terlebih lagi mengingat rumah bahkan daerah tempat tinggal PDP sudah dikarantina parsial sehingga tidak memungkinkan PDP tersebut bahkan warga yang ada disana untuk keluar dari daerah tersebut.

“Kami merasa tidak pernah melayani. Apalagi jika PDP tersebut bilang pada petugas yang ada bahwa dia datang dan belanja makanan sekitar pukul 08.00 WIB, sementara jam segitu kami belum siap melayani. Jika pun iya, hingga saat ini kami belum pernah didatangi petugas dari instansi terkait untuk membahas hal tersebut,” ucapnya

Nashirul Haq juga mengaku kecewa karena usaha miliknya kerap disangkutpautkan dengan Covid-19 bahkan ketika PDP terkonfirmasi Covid-19 diduga meninggalkan RSUD Ade M. Djoen Sintang dan menurut kabar yang beredar di media sosial PDP yang sudah terkonfirmasi tersebut juga membeli nasi di rumah makan yang ia kelola.

“Beberapa hari ini saya mendapatkan kabar seperti itu. Padahal kaburnya subuh, tidak mungkin langsung kesini buat makan, lagipula seperti yang kita tahu dia langsung pulang ke rumahnya. Yang membuat saya kesal, ada beredar kabar kalau PDP terkonfirmasi tersebut ditangkap disini, itu sangat tidak benar,”  tuturnya.

Pada kesempatan ini, Nashirul Haq juga mengeluhkan dampak tidak baik pada usaha miliknya karena ada pemberitaan tidak benar yang beredar di media sosial. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk berpikir cerdas dan tidak langsung mempercayai berita yang beredar terlebih lagi dari media sosial.

“Kabar ini bukan hanya di Sintang saja, bahkan dari luar daerah juga, saya malah heran ketika dapat kabar dari salah satu rekan di Putussibau. Ini sangat berdampak pada usaha saya, biasanya meskipun saat puasa tidak pernah sesepi ini, tapi dengan adanya kabar ini memberikan dampak cukup signifikan,” jelasnya.

Sudah Mematuhi Anjuran Pemerintah

Nashirul juga menyampaikan pihaknya telah mematuhi aturan pemerintah dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 ini salah satunya adalah dengan menerapkan physical distancing antar pelanggan yang memang ingin makan di RM. Sakato serta rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan

“Kalau untuk tempat cuci tangan, kita sudah menerapkannya jauh sebelum adanya Covid-19 ini. Kita ada empat wastafel lengkap dengan sabunnya, jadi usaha kita untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan pelanggan sudah dilakukan sejak dahulu,” tegasnya.

Untuk masyarakat yang menerapkan social distance, lanjut Nashiru Haq, pihaknya juga menerima pesan antar sehingga dengan demikian upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat terlaksana dengan baik.

“Bagi masyarakat yang tidak ingin makan disini, kita melayani take away atau bawa pulang. Atau jika memang khawatir ke rumah, kami juga menyediakan layanan pesan antar,” pungkasnya. (Coe)