Terdampak Covid-19, Kemensos Berikan BST Pada 12.264 KPM

oleh -637 views
Launching BST (Foto : Anwar)

SINTANG | SintangPost.com – Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial mulai disalurkan di Kabupaten Sintang. Sebanyak 12.264 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sintang akan menerima BST sebesar Rp. 600.000 per bulan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sintang, Setina mengungkapkan BST yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat terkait dengan adanya Covid-19 yang tak hanya berdampak pada segi kesehatan namun juga berdampak pada segi ekonomi masyarakat.

“Dampak ekonomi sangat dirasakan bagi mereka yang tidak berpenghasilan tetap. Untuk itu, adanya bantuan ini diharapkan mampu memberikan. Untuk penyaluran BST akan dilakukan oleh PT. Pos Sintang, BRI Cabang Sintang dan BNI 46 Cabang Sintang,” ucapnya saat launching BST dampak Covid-19di halaman Kantor Pos Sintang, Jumat (08/05/2020).

Setina mengajak semua pihak untuk melakukan pemantauan, pengawasan penyaluran BST yang ditujukan untuk keluarga yang terdampak Covid-19 ini dapat tepat sasaran, tepat guna dan juga tepat manfaat.

“Masing-masing KPM akan mendapat Rp. 600.000 setiap bulan selama tiga bulan yaitu dari April hingga Juni 2020,” katanya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan ada tiga shock yang dialami masyarakat selama Pandemi Covid-19 ini berlangsung yaitu shock kesehatan, shock ekonomi, dan shock sosial. Untuk itu, ia mengucapkan teriamkasih pada pemerintah pusat yang telah menunjukkan kepeduliannya yang luar biasa dengan memberikan BST.

“Kalau masih ada yang belum menerima BST dan merasa berhak, jangan gaduh, jangan ribut. Laporkan ke Dinsos melalui lurah dan camat,” tegasnya.

Jarot Winarno juga menyampaikan bahwa Pemkab Sintang telah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat yang bukan penerima atau di luar penerima PKH, BPNT, BST serta bantuan sosial provinsi.

“Kita sudah menyiapkan 100-130 ton beras yang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan. 30 persen Dana Desa juga bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 salash satunya adalah pemberian BLT,” pungkasnya. (Coe)