OTG Meningkat, Ini Penjelasan Kadinkes Sintang

oleh -490 views
Kadinkes Sintang

SINTANG | SintangPost.com – Pasca adanya dua warga Sintang yang terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), jumlah data Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Sintang semakin meningkat setiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengungkapkan tingginya angka OTG di Kabupaten Sintang merupakan hasil contact tracing dan tracking Covid-19 yang berkaitan dengan dua warga Sintang yang telah terkonfirmasi Covid-19.

“Data OTG Kabupaten Sintang terakhir 175 orang per tanggal 8 Mei 2019. OTG ini hasil pelacakan orang-orang yang berhubungan atau kontak erat dengan dua orang yang terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya, Sabtu (09/05/2020).

dr. Harysinto Linoh menjelaskan proses pelacakan orang-orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 harus dilakukan sebagai upaya meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19.

“Mereka yang sudah berkaitan erat dengan pasien Covid-19 ini kita lakukan rapid test, beberapa ada yang non reaktif namun ada juga yang hasilnya reaktif,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dr. Harysinto Linoh, setelah mengetahui hasil rapid testnya reaktif meskipun orang tersebut tanpa gejala, maka akan dilakukan PCR atau swab tenggorakan untuk memastikan apakah yang bersangkutan terpapar Covid-19.

“Dari hasil tracing yang ada, jika ditemukan yang reaktif maka kita lakukan tracing kembali pada siapa saja orang yang sudah berhubungan dengan orang itu. Jadi, kalau diistilahkan seperti jejaring MLM, yang banyak kakinya, itu yang harus kami cari. Itu yang kita kejar hingga kita mencapai angka 175 orang,” katanya.

dr. Harysinto Linoh menyampaikan untuk di Sintang sendiri ada beberapa klaster yaitu klaster Menyumbung, Klaster Gang Keramat, dan Klaster Kesehatan.

“Kita tidak bisa melakukan rapid test pada semua masyarakat karena ada keterbatasan alat dan juga tim kesehatan ada beberapa puluh orang yang hasil rapid testnya reaktif maka harus kita istirahatkan,” tuturnya.

Mengenai penanganan OTG yang reaktif, dr. Harysinto Linoh menegaskan bahwa mereka harus menjalani

“Mereka diperlakukan sesuai protap dari Gugus Pusat yaitu mereka diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah, jika tidak mampu maka mereka diisolasikan di diklat yaitu tempat yang disiapkan pemerintah,” pungkasnya. (Coe)