Sejumlah Kios Kawasan Tugu BI Terbakar, Wawan : Hampir Saya Nabrak Orang

oleh -577 views

SINTANG | SintangPost.com – Sejumlah kios yang terletak di kawasan Tugu BI, Jalan PKP Mujahidin habis dilahap si jago merah pada sore ini sekitar pukul 15.45 WIB, Minggu (26/07/2020).

Cece Alang, salah satu penyewa kios di daerah tersebut terlihat menangis tersedu sembari melihat kios yang belum lama ini disewanya tersebut hangus dilahap di jago merah.

Cece Alang mengaku terkejut saat mengetahui adanya jilatan api yang sudah terlihat membesar di bagian belakang bangunannya.

“Ada pelanggan datang, saya lagi buat mie, tiba-tiba dibilang ada kebakaran, pas ngeliat, api sudah besar, panik saya,” ucapnya sembari menangis tersedu.

Cece Alang menyampaikan dirinya tak lagi bisa menyelamatkan barang apapun bahkan satu unit sepeda motor milik Almarhum anaknya juga turut hangus terbakar pada peristiwa kebakaran tersebut.

“Satu motor hangus, padahal itu motor Almarhum anak saya yang saya sayang-sayang, jualnya pun tak mau. Malah terbakar seperti ini, itu yang membuat saya sangat sedih,” ujarnya.

Wawan, pemilik warkop Tugu BI mengungkapkan dirinya langsung melapor ke Damkar begitu melihat adanya lidah api yang membara diantara bangunan yang letaknya tepat di depan kios usaha.

“Saya langsung pakai motor melapor, saking nak cepatnya, hampir saya nabrak orang. Tapi, begitu sekian menit saja kembali lagi, api sudah menjalar dengan hebatnya,” katanya.

Wawan menyampaikan pihak Damkar sudah berupaya melakukan tugasnya dengan baik hanya saja kondisi bangunan yang sudah tua membuat api dengan cepat menghanguskan bangunan.

“Kita tidak bisa menyalahkan damkar, tapi emang kondisi bangunan semi permanen dan sudah cukup lama sehingga menghanguskan bangunan dengan cepat,” tuturnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengungkapkan pihaknya menurunkan kekuatan penuh untuk memadamkan api pada peristiwa kebakaran ini.

“Untuk damkar kita menurunkan kekuatan penuh, sekitar 100 personil lebih baik damkar maupun pol po yang kita turunkan. Damkar menurunkan 6 armada, busera 3 armada, dan BPBD 1 armada,” tuturnya.

Mengenai sumber api, Martin Nandung menegaskan pihaknya belum mengetahui dengan pasti karena masih dalam tahap pendinginan. Demikian pula dengan kerugian materiil pada peristiwa kebakaran tersebut, pihaknya menyerahkan hal tersebut ke pihak Kepolisian.

“Untuk sumber api sementara kita duga karena adanya korsleting listrik tapi bisa saja terjadi karena hal lain. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Kerugian materiil juga belum bisa ditaksir, nanti ada pihak kepolisian yang lebih berwenang menyelidikinya,” pungkasnya. (Uli)