Gelar Tes PCR di SMA Negeri 1, Edy : Tidak Diswab, Tidak Boleh Mengajar

oleh -666 views
Pengambilan swab tenggorokan pada salah satu guru/staf SMA Negeri 1 Sintang (Foto : Benny)

SINTANG | SintangPost.com – Dinas Kabupaten Sintang menggelar tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada sejumlah guru dan staf di SMA Negeri 1 Sintang, Selasa (28/07/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengungkapkan tes PCR yang digelar di SMA Negeri 1 Sintang adalah upaya mendukung pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka bagi siswa kelas 3 baik SMA maupun SMP yang rencananya dimulai akan 1 Agustus mendatang.

“Perintah Bapak Gubernur SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1, tetapi kita atas persetujuan dari Bapak Bupati dan Dewan, semua guru di kota sintang sebelum mulai pembelajaran tatap muka harus diswab terlebih dahulu,” ujarnya.

Sinto mengatakan pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada peserta didik yang akan mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Untuk itu, ia berharap guru maupun staf yang ada dapat seluruhnya ikut serta sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19.

“Di SMA Negeri 1 Sintang, target kita ada 52 orang baik guru maupun staf, hanya saja yang sudah diperiksa baru 19 orang, saya harap yang lainnya menyusul. Dengan demikian siswa yang mengikuti pembelajaran bisa dapat lebih aman,” ucapnya.

Kepala SMA Negeri 1 Sintang, Edy Sunaryo menyampaikan dari total keseluruhan guru dan staf, hanya 30 persen yang mengikuti tes tersebut.

“Cuma 19 yang bisa dan mau ikut tes PCR, yang lainnya belum. Ada yang lagi puasa, ada yang sedang berobat, ada pula yang takut, nah yang takut ini yang membingungkan,” katanya.

Edy Sunaryo mengatakan pihaknya akan berusaha memotivasi semua guru dan staf yang belum mengikuti tes PCR untuk tetap melakukan pemeriksaan. Hal tersebut dikarenakan salah satu syarat dapat dilakukannya kembali belajar mengajar tatap muka untuk siswa kelas 3 SMA maupun SMP adalah semua guru dan staf harus melaksanakan tes PCR.

“Jika tidak melakukan tes PCR, maka guru tidak boleh mengajar. Itu syarat yang multak yang harus dilakukan, tujuannya adalah memberikan rasa aman pada siswa yang akan melakukan belajar mengajar tatap muka,” pungkasnya. (Uli)