Dilarang Meliput Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon, Hazizah : Kami Minta Maaf

oleh -473 views
Situasi rapat pleno pencabutan undi nomor urut paslon (Foto : Mauren)

SINTANG | SintangPost.com – Sejumlah awak media dilarang masuk saat pelaksanaan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil Bupati Sintang dalam pemilihan serentak lanjutan tahun 2020 yang digelar di Gedung Pancasila, Kamis (24/09/2020).

Tak sedikit awak media yang langsung meninggalkan gedung tersebut usai adanya larangan dari pihak keamanan agar tidak masuk ke gedung Pancasila tempat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati sintang dilakukan.

Plh Kapolres Sintang, AKBP Imam Riyadi mengungkapkan tak diijinkannya awak media masuk ke dalam gedung tersebut dikarenakan adanya perintah baru mengenai siapa saja yang boleh masuk untuk mengikuti rapat pleno terbuka tersebut.

“Awalnya memang boleh masuk, tapi pagi ini, ada perintah baru jadi yang masuk hanya penyelenggara pemilu, panwas, paslon dan tiga orang perwakilan setiap paslon, nanti bisa dikonfirmasi ke KPU,” ujarnya pada sejumlah awak media.

Kapolres Sintang mengatakan dibatasinya jumlah kehadiran di rapat pleno ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kita menghindari adanya perkembangan Covid-18 apalagi Kabupaten Sintang saat ini masih menjadi perhatian karena tingginya jumlah kasus Covid-19,” ucapnya.

Kapolres Sintang menyampaikan pihaknya kerap menyosialisasikan dan memotivasi masyarakat untuk terus hidup sehat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan termasuk pada pasangan calon dan juga tim sukses.

“Kita mau tahapan pilkada yang ada nantinya dapat tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan termasuk saat melakukan kampanye,” katanya.

Ketua KPU Kabupaten Sintang, Hazizah membenarkan perubahan mengenai terbatasnya jumlah kehadiran yang bisa mengikuti jalannya Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil Bupati Sintang dalam pemilihan serentak lanjutan tahun 2020 tersebut disebutkan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PKPU tentang Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Bencana Non-alam.

“Saya selaku Ketua KPU Kabupaten Sintang minta maaf atas kejadian ini. Sebelumnya, kami sudah menyediakan tempat hanya saja revisi peraturan mengenai pembatasan jumlah yang hadir ini baru kami terima pukul 05.00 WIB pagi ini jadi tidak sempat kami koordinasikan. Sekali lagi, kami mohon maaf dan terimakasih atas pengertiannya,” pungkasnya. (Uli)