Satgas Pamtas RI-Mly Yonif 642/Kps Amankan Sindikat PMI Ilegal

oleh -587 views
Satgas Pamtas Yonif 642/Kps amankan PMI Ilegal (Foto : Pensatgas 642/Kps)

PONTIANAK | SintangPost.com – Diduga terlibat dalam jaringan Pekerja Migran Indonesia (PMI) lima orang warga Lombok dan satu warga Mempawah diamankan Satgas Pamtas RI-Mly Yonif 642/Kps, Jumat lalu (25/09/2020).

Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe mengungkapkan pada hari Jumat lalu (25/09/2020) sekitar pukul 02.30 WIB, personil Pos Pamtas Balai Karangan melakukan pemeriksaan kendaraan yang melewati pos sesuai dengan protap pengamanan perbatasan.

“Saat itu, ada satu unit kendaraan minibus Toyota Avanza dengan nopol KB 1477 WP berwarna hitam yang melintas dan dilakukan pemeriksaan. Petugas mendapati sopir dan empat penumpang yang mencurigakan,” ujarnya saat press release di media center Kodam XII/Tpr, Minggu kemarin (27/09/2020).

Mendapati hal tersebut, lanjut Kapendam XII/Tanjungpura, personil yang ada di lapangan langsung berkoordinasi dengan Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Infanteri Alim Mustofa untuk tindak lanjut pemeriksaan dari mobil dan penumpang yang dicurigai tersebut. Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps memberikan perintah agar semunya diamakan di Pos Kotis Gabma Entikong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, ada lima orang warga Lombok yaitu LM (25). AS (15). SH (20 dan MR (17) yang mengaku akan bekerja di Malaysia melalui jalur tidak resmi yang ditawarkan oleh calo PMI non procedural, S (42) yang juga warga Lombok namun tinggal di Balai Karangan,” tuturnya.

Kapendam XII/Tanjungpura mengatakan Satgas bergerak cepat untuk menghubungi S memintanya untuk mendatangi Pos Kotis Entikong dan diketahui bahwa S mengakui dirinya mendapatkan permintaan dari seseorang di Serian untuk mengurus keempat orang ini selama di Entikong dengan imbalan yang didapatnya sebesar 17 Juta Rupiah.

“Ini bukan kali pertama S melakukan aksinya. Sementara TF (37) warga Mempawah berperan sebagai sopir yang mengantarkan dari Bandara Supadio ke Entikong dengan imbalan 250 ribu per orang. Bukti dan orang langsung telah diserahkan ke Polsek Beduai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (Uli)