Pilkada dan Isu Lingkungan Hidup Yang Minim Dilirik, Penabulu Gelar Diskusi Dengan Jurnalis Sintang

oleh -379 views
Penabulu fasilitasi diskusi jurnalis sintang dan aktivis LH untuk membahas isu LH dalam pilkada Sintang (Foto : HL)

SINTANG | SintangPost.com – Lembaga Penabulu Foundation mengajak seluruh komponen untuk mendorong isu pengelolaan SDA dan mitigasi bencana dalam pilkada Sintang dengan menggelar diskusi aktivis lingkungan hidup dengan awak media di Canopy Sintang, Minggu kemarin (27/09/2020).

Koordinator Koalisi untuk SDA Lestari, Ireng Maulana mengungkapkan pengelolaan SDA dan mitigasi bencana hingga saat ini masih menjadi second commitment setelah janji manis mengenai perbaikan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Ada beberapa hal yang membuat pembahasan SDA dan mitigasi bencana bukan menjadi isu yang krusial, salah satunya adalah minimnya penguasaan materi pengelolaan SDA, dan atau ketakutan tersendiri mengenai basis pemilih,” ujarnya.

Budi Yanto, salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyampaikan saat ini pengelolaan SDA dan juga tanggap bencana hanya ideal di atas kertas namun tidak saat eksekusi. Pengabaian kedua hal tersebut memberikan dampak yang cukup buruk bagi kehidupan masyarakat diberbagai lini.

“Bencana alam yang saat ini terjadi masih dianggap biasa hingga terkesan diabaikan. Pemberitaan mengenai bencana hanya ada di permukaan saja tidak menggali lebih dalam, padahal bencana bisa saja menyebabkan inflasi yang memberikan dampak tidak hanya pada warga di daerah terdampak, namun juga secara universal,” ucapnya.

Untuk itu, Budi Yanto yang sebelumnya juga terjun dalam dunia jurnalistik berharap pers khususnya yang ada di Kabupaten Sintang bekerja sama mendorong agar isu SDA dan mitigasi bencana menjadi isu utama dan krusial yang harus dijaga komitmennya, baik tertulis maupun saat action di lapangan.

“Saat ini, satukan tujuan agar generasi selanjutnya dapat hidup dengan layak bahkan lebih baik lagi sekarang. Jika bergerak sendiri, tentu akan sulit, tapi saya yakin, jika pers sintang bergerak secara bersama maka akan memberikan perubahan besar,” katanya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Iik Sri Januarsih, perwakilan dari Gemawan. Ia berharap pers dan sejumlah komponen masyarakat mampu memberikan dobrakan yang membuat paslon memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya isu SDA dan mitigasi bencana.

“Tidak ada satu orang pun yang tidak ingin sejahtera. Sejahtera yang paling diinginkan adalah rasa aman. Sementara sekarang, bencana lebih sering terjadi, itu dikarenakan adanya pengabaian akan lingkungan hidup dan SDA,” jelasnya.

Sementara itu, Taufiq yang merupakan jurnalis dari RRI Sintang menyampaikan pengabaian isu SDA dan mitigasi bencana kerap diabaikan dalam berbagai forum termasuk dalam kontestasi politik saat ini karena dianggap isu kurang seksi atau bisa berdampak pada kurangnya basis pemilih.

“Mengangat isu SDA dan mitigasi bencana hanya akan memberikan pengaruh besar pada kontestasi politik mereka saat ini namun bukan berarti harus diabaikan. Mari kita bersama mendorong agar hal ini dapat dibahas secara khusus agar Sintang dapat menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya. (Uli)