Tanggapan Dewan Asal Perbatasan Terkait Perpustakaan Apung

oleh -668 views

SINTANG | SintangPost.com – Perpustakaan apung di batas negeri yang diinisiasi langsung oleh Dansatgas TMMD ke-109 Kodim 1205 Sintang, Letkol Infanteri Eko Bintara Saktiawan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat khususnya bagi generasi muda di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Melkianus mengapresiasi adanya perpustakaan apung yang ada di batas negeri yaitu di Kecamatan Ketungau Tengah. Dengan demikian, masyarakat di daerah tersebut khususnya bagi anak yang masih duduk dibangku sekolah dapat mengenyam ilmu melalui berbagai bacaan yang disediakan di perpustakaan apung.

“Perpustakaan ini sangat membantu anak-anak di Ketungau yang memang daerahnya dapat lebih mudah dijangkau menggunakan jalur air. Ini adalah langkah hebat yang dilakukan oleh Dansatgas TMMD ke-109 Sintang yang juga merupakan Dandim 1205/Sintang dalam menumbuhkembangkan minat baca anak,” ujarnya kepada SintangPost melalui telepon selular, Selasa (27/10/2020).

Meskipun demikian, Melkianus yang merupakan anggota Dapil II Sintang mengatakan ada beberapa hal yang harusnya menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Sintang agar perpustakaan apung tersebut dapat beroperasional dengan baik dan lancar, salah satunya adalah persediaan bahan bakar untuk operasional, guru yang mendampingi dan beberapa hal lainnya.

“Biaya operasional juga harus dipikirkan, baik dari bahan bakar hingga honor guru yang mendampingi,” tuturnya.

Melkianus menyampaikan perlunya ada guru yang mendampingi selain untuk dijadikan tempat bertanya juga untuk mengawasi keselematan anak-anak yang datang ke perpustakaan apung tersebut untuk melahap sejumlah bacaan disana.

“Konsepnya kan anak-anak mencari buku bacaan di perpustakaan apung tersebut, lalu membacanya di darat. Ini dilakukan demi keselamatan anak-anak itu sendiri,” katanya.

Politisi dari Partai Golkar ini mengungkapkan pihaknya mendukung penuh adanya perpustakaan apung di Kabupaten Sintang mengingat sejumlah daerah lebih mudah dijangkau menggunakan jalur sungai.

“Mobil perpustakaan keliling juga harusnya kembali diaktifkan, nanti akan kita bahas bersama Pemerintah Daerah bagaimana caranya kita tetap memberikan wawasan yang layak bagi anak-anak terlebih lagi di tengah pandemi seperti ini,” pungkasnya. (Uli)