Pemkab Sintang Serahkan 1.760 Persil Sertifikat Tanah Program PTSL, Anum : Jika Diagunkan, Gunakan Untuk Modal Usaha Produktif

oleh -502 views
Penyerahan 1.760 persil sertifikat tanah (Foto : Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com – Pjs Bupati Sintang, Florentinus Anum didampingi Kepala ATR BPN Kabupaten Sintang, Junaedi menyerahkan 1.760 persil sertifikat tanah kepada masyarakat secara simbolis. Penyerahan tersebut dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang usai mengikuti penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat secara virtual yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Senin (09/11/2020).

Florentinus Anum menyampaikan tujuan dari Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini dilakukan agar masyarakat dapat memiliki kepastian hukum dalam kepemilikan tanah dan juga terhindar dari konflik agrarian yang selama ini masih saja terjadi dan tentunya merugikan masyarakat.

“Dengan program ini, masyarakat tak hanya memiliki kepastian hukum mengenai kepemilikan tanah namun juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat karena bisa dijadikan agunan pinjaman ke Bank,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Florentinum Anum mengharapkan masyarakat dapat berpikir cerdas ketika menggunakan sertifikat tanah yang diagunkan ke Bank, salah satunya digunakan untuk modal usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika disertai degan manajemen yang baik.

“Pesan saya, sertifikat jika digunakan agunan pinjaman, pakailah untuk modal usaha produktif. Jangan sampai pinjam uang, dak mampu mengelola uangnya, sertifikatnya lalu disita,” katanya.

Kepala ATR BPN Kabupaten Sintang, Junaedi menyampaikan pada tahun 2020 ini, pihaknya menargetkan sebanyak 3.667 persil sertifikat pada program PTSL. Sebanyak 1.907 persil sertifikat sudah diserahkan pada masyarakat di Desa Tertung, Nanga Tempunak, dan Sungai Jaung.

“Hari ini, sebanyak 1.760 persil sertifikat tanah kita akan kita serahkan untuk masyarakat di Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Desa Mangkurat Baru, Pangkal Baru dan Sebetung Palu,” tuturnya.

Junaedi mengungkapkan selain program PTSL, pihaknya juga menjalankan program redistribusi tanah. Harapannya adalah Kabupaten Sintang mampu menjadi kabupaten yang lengkap, dimana tanah milik masyarakat telah tersertifikasi.

“Seharusnya ada 12.000 bidang untuk tahun ini, namun karena adanya pandemi Covid-19, pekerjaan sedikit terhambat sehingga hanya 7.350 bidang saja yang sudah diterbitkan,” katanya.

Acun, salah satu warga Desa Mengkurat Baru, Kecamatan Tempunak mengucapkan terimakasih kepada ATR BPN Kabupaten Sintang atas program PTSL sehingga proses penerbitan serifikat tanah sangat mudah diurus.

“Ukuran tanah saya tidak sampai satu hectare karena memang ini adalah tanah warisan yang telah dibagi dengan saudara saya yang lain. Saya senang karena tanag dan kebun yang letaknya di punggir jalan bisa memiliki sertifikat tanah,” pungkasnya. (Uli)