Pantau Langsung Giat Penegakan PP Bupati Sintang Nomor 60, Anum : Penerapan Protkes Bukan Masalah Sukarela

oleh -477 views
Pjs bupati Sintang Pantau Langsung Giat Penegakan PP Bupati Sintang Nomor 60 (Foto : Prokopim Sintang)

SINTANG | SintangPost.com – Ketua Satgas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga merupakan Pjs Bupati Sintang, Florentinus Anum dalam melakukan razia penerapan protokol kesehatan, Sabtu malam (07/11/2020).

Dalam pantauannya, Florentinus mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat di Kabupaten Sintang dalam menjalankan protokol kesehatan masih dikatakan belum baik, terlebih lagi dibeberapa tempat yang kerap dikunjungi oleh masyarakat seperti sejumlah warung kopi.

“Untuk penggunaan masker, sudah 80 persen masyarakat sadar itu penting, namun menjaga jarak yang masih kurang. Ini yang harus ditingkatkan, agar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang dapat ditekan,” ucapnya.

Florentinus mengingatkan masyakarat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang. Dengan demikian, roda perekonomian dapat berjalan dengan baik dan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga.

“Menerapkan protkes ini bukan masalah sukarela, ini masalah bagaimana kita mengharga kesehatan diri dan juga kesehatan orang lain. Menekan jumlah penyebaran Covid-19 ini adalah tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang, Martin Nandung menjelaskan ada 94 personil satgas yang turun dalam giat penegakan Peraturan Bupati Sintang Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Pnegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sintang.

“Ada 15 lokasi sasaran yang memang kerap ramai dikunjungi terlebih malam minggu begini. Kita bagi menjadi dua, yang pertama bergerak ke arah Lintas Melawi dan yang kedua kea rah YC Oevang Oeray Sintang,” katanya.

Pada giat tersebut, lanjut Martin Nandung, ada 34 orang yang kami berikan teguran lisan dan 14 orang kami berikan sanksi sosial. Tim yang bergerak ke Jalan Lintas Melawi melakukan rapid tes kepada karyawan dan pengunjung  salah satu warung kopi dengan total berjumlah 226 orang yang terdiri dari 214 pengunjung dan 12 karyawan warung kopi. Hasilnya 218 orang non reaktif dan  8 orang pengunjung terkonfirmasi reaktif. Dari 8 orang tersebut, 5 orang asal Sintang dan 3 orang asal Pontianak.

“Selain pengunjung, ada pula pemilik usaha yang tidak menggunakan masker, ini juga menjadi catatan. Kami belum menerapkan sanksi administrasi jadi hanya teguran lisan serta sanksi sosial saja seperti push up, menyanyikan lagu kebangsaan atau menghafalkan teks Pancasila,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengungkapkan dari hasil razia tersebut ada 8 orang yang reaktif berdasarkan hasil rapid tes.

“Yang reaktif, Senin nanti akan kita lakukan swab,” pungkasnya. (Uli)