Jarot Pimpin Langsung Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sintang

oleh -475 views
Jarot Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sintang (Foto : Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-190  tahun 2020 dan Perencanaan Penanganan COVID-19 pada tahun 2021, di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang, Rabu (13/01/2021).

Bupati Sintang, Jarot Winarno yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten Sintang memimpin langsung kegiatan rapat tersebut menegaskan bahwa COVID-19 di Kabupaten masih belum berakhir.

“Saat ini, Kabupaten Sintang masih dalam Zona Orange Penanganan Covid-19. Kasus terkonfirmasi masih saja terus mengalami peningkatan. Sejak April 2020 hingga kini, ada 681 kasus COVID-19 yang tercatat, 6 diantaranya dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan puncak kasus terbanyak di Kabupaten Sintang terjadi pada minggu ketiga Oktober 2020 yaitu 69 kasus yang didominasi oleh kluster Seminari Menyurai.

“Selesai Natal dan Tahun Baru 2021, jumlah yang terkonfirmasi juga kembali meningkat, yaitu 63 kasus terkonfirmasi. 61 pasien terkonfirmasi habis melakukan perjalanan liburan, hanya 2 orang saja yang tidak kemana-mana namun tetap tertular,” ungkapnya.

Jarot Winarno mengatakan Pemerintah Kabupaten Sintang telah mempersiapkan sejumlah fasilitas untuk menangani kasus terkonfirmasi yaitu menyediakan Ruang Isolasi Khusus yang dilengkapi oleh 7 tempat tidur dan saat ini terisi 5, serta Ruang Isolasi Mandiri yang dilengkapi oleh 20 tempat tidur dan saat ini terisi 15.

“Kita masih mengandalkan 3 T yakni test, tracing dan treatment ditambah vaksinasi. Kita terus ingatkan masyarakat untuk menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” ucapnya.

Jarot Winarno menyampaikan kasus terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 masih belum mencapai puncaknya dan belum diketahui kapan berakhirnya. Terlebih lagi, masih banyak yang belum patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Mengatasi corona ini harus kolaborasi dan bersama-sama. RT, RW, Desa yang mandiri dan siaga corona penting untuk diaktifkan. Kita menilai, tim Satgas sudah melakukan upaya semaksimal mungkin, karena kalau saya ngopi, mereka biasanya datang untuk mengingatkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan,”  pungkasnya. (Coe)