Tingkatkan Pelayanan Prima Pada Masyarakat, Yustinus Minta Tirta Senentang Optimalkan Manajemen Resiko

oleh -394 views
Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Manajemen Risiko Pada Perumda Air Minum Tirta Senentang (Foto : Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com – Asiten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang mewakili Plh Bupati Sintang membuka pelaksanaan Sosialisasi Penerapan Manajemen Aset dan Manajemen Risiko Pada Perumda Air Minum Tirta Senentang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, (24/02/2021).

“Perumda Air Minum Tirta Senentang menjalankan dua fungsi yaitu sebagai badan layanan masyarakat dan juga sebagai BUMD yang memberikan suplai air pada masyarakat. Dengan adanya dua tugas tersebut, Perumda Air Minum Tirta Senentang harus memahami aset dan manajemen resiko,” ucapnya.

Yustinus mengatakan insfrastruktur air minum merupakan aset utama bagi perusahaan air minum yang memiliki nilai yang signifikan. Untuk itu, harus dikelola sebaik mungkin mulai dari perencanaan keburuhan, penyediaan dana, pengadaan aset, pengoperasian, pemeliharaan hingga pemusnahan aset.

“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan dapat menciptakan tata kelola perusahaan yang baik dan bertanggung jawab serta menerapkan fungsi manajemen perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian, sehingga pelayanan Perumda benar-benar dapat dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan perusahaan kedepan,” katanya.

Manajemen berbasis resiko lebih menekankan pada proses mengelola aset fisik yang sangat besar dan berhubungan dengan resiko-resiko yang melekat pada proses tersebut dengan melibatkan penerapan proses manajemen resiko terhadap aset utama perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengelola penyebab utama kegagalan pencapaian sasaran perusahaan,” tuturnya.

“Tujuan  dari diterapkannya proses manajemen resiko adalah tidak hanya untuk memberikan perlindungan dan kesinambungan aktivitas bisnis inti dan jasa yang penting, tetapi juga memenuhi kewajiban hukum; menjaga kesehatan pekerja dan masyarakat; perlindungan lingkungan; beroperasinya dan perlindungan asset pada biaya rendah; dan rencana kontijensi untuk situasi darurat bila terjadi rencana alam,” jelasnya.