Cegah Stunting, Sudiyanto Ajak Masyarakat PHBS

oleh -731 views
Diseminasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dan Sosialisasi Anakku Sehat dan Cedas Dalam Rangka Penguatan Penurunan Stunting Pada Bayi dan Balita di Kabupaten Sintang (Foto : Prokopim)

SINTANG | SintangPost.com – Disamping mengendalikan COVID-19, Pemerintah Pusat juga mempunyai agenda penting dalam bidang kesehatan yang tak bisa diabaikan, salah satunya adalah penanganan stunting.

Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengungkapkan ada agenda-agenda strategis yang mendasar dan penting bagi kehidupan rakyat. Contohnya di bidang kesehatan, pemerintah pusat memiliki agenda besar yaitu menurunkan stunting dengan target di tahun 2024 di angka 14 %, kemudian pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, hiv-aids, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat yang harus terus dikerjakan.

“Artinya, kita harus fokus menangani dan mengendalikan COVID-19, tapi agenda-agenda strategis yang berdampak besar bagi kehidupan rakyat juga tidak boleh dilupakan, salah satunya adalah penangan stunting,” ucapnya pada kegiatan Diseminasi Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) dan Sosialisasi Anakku Sehat dan Cedas Dalam Rangka Penguatan Penurunan Stunting Pada Bayi dan Balita di Kabupaten Sintang yang digelar di Aula Bappeda, Kamis (25/03/2021).

Sudiyanto mengungkapkan pelaksanaan aksi konvergensi untuk analisis data dari hasil pemantauan status gizi Kabupaten Sintang pada tahun 2016 untuk stunting di angka 37,6 %, mengalami peningkatan ditahun 2017 menjadi 44,1 %, dan ditahun 2018 dari hasil riskesdes mengalami penurunan menjadi 33,2 %.  Untuk tahun 2019 melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) angka stunting Kabupaten Sintang 32,68 % dan di tahun 2020 pada posisi 30,75 %.

“Dari hasil pemantauan status gizi ini menunjukkan bahwa kabupaten sintang masih menghadapi beberapa masalah gizi khususnya stunting dan memerlukan perhatian pemerintah daerah untuk mengatasinya. kecenderungan  angka prevalensi stunting, yang cukup serius pada baduta mengindikasikan perlunya kerja keras semua pihak dan secara terkoordinasi,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Sudiyanto, Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak bersama seameo recfon gain. Kegiatan ini dapat sebagai acuan pemenuhan kebutuhan gizi dengan mempertimbangkan keterjangkauan, ketersediaan secara lokal di masyarakat dan tercapainya status gizi masyarakat yang optimal sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang nantinya akan sinergis dengan tujuan dari pembangunan nasional yaitu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia.

“Kita telah memiliki satu desa yang di tetapkan sebagai kampung gizi yaitu Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai. Selain itu kita juga memiliki satu gang di wilayah desa baning kota yaitu Gang Gama Jaya melalui pemanfaatan pekarangan lestari oleh penduduk sekitar dengan menanam sayur mayur dan buah buahan serta kolam ikan,” pungkasnya. (Coe)